logo


Jaga Keabsahan Paripurna,RUU Pemilu, Fahri Setia Temani Setnov

Salah satu aturan yang berlaku, paripurna akan dinyatakan sah jika dipimpin minimal dua unsur pimpinan.

22 Juli 2017 04:45 WIB

Ketua DPR Setya Novanto (kedua kiri) didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon (tengah), Agus Hermanto (kedua kanan), Taufik Kurniawan (kiri) dan Fahri Hamzah (kanan) memimpin Rapat Paripurna DPR ke-32 masa persidangan V tahun sidang 2016-2017 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/7).
Ketua DPR Setya Novanto (kedua kiri) didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon (tengah), Agus Hermanto (kedua kanan), Taufik Kurniawan (kiri) dan Fahri Hamzah (kanan) memimpin Rapat Paripurna DPR ke-32 masa persidangan V tahun sidang 2016-2017 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/7). Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Fahri Hamzah adalah satu-satunya wakil ketua DPR RI yang tetap di kursi pimpinan menemani Ketua DPR RI Setya Novanto saat penentuan RUU Pemilu melalui paripurna. Sikap Fahri pun mengundang tanya, terlebih Fraksi PKS telah menyatakan tak ikut melanjutkan ke tahap voting. Sebelumnya secara bergerombol Taufik Kurniawan, Agus Hermanto dan Fadli Zon meninggalkan kursi pimpinan sidang setelah fraksi mereka masing-masing memilih walk out.

Rupanya ini alasan Fahri tak ikut meninggalkan ruangan sidang menemani Setya Novanto.

Hal paling mendasar adalah status Fahri sebagai kader PKS yang masih abu-abu. Meski gugatannya secara hukum dimenangkan namun Fahri belum memiliki kepastian hukum. Terlebih hingga saat ini Fraksi PKS masih tidak mengakui Fahri.


Fahri Hamzah Soal Tidak Ikut WO: Sudah Nggak Ada yang Ngajak Saya

Hal itu memaksa Fahri untuk mengikuti voting PKS tapi tidak mengikuti fraksinya walk out.

"Pertama-tama saya ini kan enggak ada yang ngajak konsultasi lagi kan. Makanya saya ini independen sekarang," demikian ucapnya di gedung wakil rakyat, Senayan, Jumat (21/7).

Tak hanya karena hal itu, alasan selanjutnya Fahri adalah ingin menemani Novanto dalam memimpin sidang agar pimpinan kuorum. Salah satu aturan yang berlaku, paripurna akan dinyatakan sah jika dipimpin minimal dua unsur pimpinan.

"Ya biar ini, biar sidangnya ada dua orang yang mimpin," ujarnya.

Sebelumnya, saat ketiga wakil pimpinan DPR memilih untuk walk out dalam sidang paripurna, Fahri Hamzah sempat menjelaskan dalam sidang tersebut ihwal sikapnya yang tetap memilih untuk menemani Setya Novanto dalam sidang.

"Izin bapak-ibu. Saya ingin menjelaskan saya bertahan sebagai pimpinan sidang karena kepemimpinan dewan. Meskipun tadi sudah kuorum, tapi secara etis harus ada minimal 2 pimpinan sidang. Yang kedua kalau sikap yang disebutkan karena mungkin saya yang berbeda, saya pilih paket B tapi saya tidak walk out," ujarnya saat rapat paripurna berlangsung, Kamis malam (20/7).

Fahri Ragukan Jokowi Bakal Dapat Tiket Pancalonan di 2019

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah