logo


Partai Gerindra Konsisten Presidential Threshold 0%

Partai Gerindra juga menginginkan votting dengan mekanisme tertutup apabila jalur musyawarah menemui jalan buntu.

20 Juli 2017 16:27 WIB

Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria.
Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria. dok. Dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu, Ahmad Riza Patria, mengatakan bahwa pihaknya di Partai Gerindra tetap konsisten Presidential Threshold 0% di dalam pengambilan keputusan RUU Pemilu yang saat ini sedang berlangsung di Sidang Paripurna DPR RI.

"Gerindra tetap tidak ingin ada Presidential Threshold," ujar Riza saat memberikan interupsi dalam sidang Paripurna DPR RI, Jakarta, pada hari Kamis, tanggal 20 Juli 2017.

Selain itu, Partai Gerindra juga menginginkan voting dengan mekanisme tertutup apabila jalur musyawarah menemui jalan buntu.


Agus Hermanto: Presidential Threshold 20 Persen Tidak Logis Digunakan pada Pemilu 2019

"Gerindra berharap voting dilakukan secara tertutup agar semua individu anggota parlemen dapat menyuarakan prinsip sesuai dengan hati nuraninya," tuturnya.

Menurutnya, Presidential Threshold 0% ‎sesuai dengan konsep demokrasi yang sesungguhnya, sedangkan Presidential Threshold 20-25% dirasa inkonstitusional.

"Jangan kita mengedepankan kepentingan pasangan calon kita, mengedepankan partai kita tapi kita merampok kedaulatan rakyat. Jadi, Gerindra tetap tidak ingin ada Presidential Threshold. Kami ingin mendorong Presidential Threshold 0%," pungkas Riza.

 

Memaksakan Presidential Threshold, Romo Syafi'i: Itu Inkonstitusional

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana