logo


Dua Terdakwa e-KTP Hadapi Vonis Majelis Hakim

Keduanya pun divonis sesuai apa yang dituntutkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

20 Juli 2017 14:07 WIB

Pemeriksaan terdakwa kasus korupsi pengadaan e-KTP, Irman dan Sugiharto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/6/2017).
Pemeriksaan terdakwa kasus korupsi pengadaan e-KTP, Irman dan Sugiharto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/6/2017). kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dua terdakwa korupsi proyek e-KTP, Irman dan Sugiharto, dinyatakan bersalah telah memperkaya diri sendiri dan merugikan negara sebesar Rp 5,9 triliun. Keduanya pun divonis sesuai apa yang dituntutkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni masing-masing tujuh dan lima tahun penjara.

"Menyatakan terdakwa sah dinyatakan bersalah dengan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim, John Halasan Butarbutar, saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (20/7).

Terdakwa Irman divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Sementara itu, terdakwa Sugiharto divonis lima tahun dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan.


Atut Jalani Sidang Putusan Hari Ini

Hal-hal meringankan yang menjadi pertimbangan Majelis Hakim antara lain belum pernah dihukum, mengakui perbuatannya, dan telah mengembalikan uang korupsi yang sempat dinikmatinya.

Sementara itu, hal yang memberatkan adalah imbas perbuatan kedua terdakwa yang telah merugikan banyak orang dan masih dirasakan hingga saat ini. Keduanya dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam melakukan pemberantasan korupsi.

"Dampak perbuatan para terdakwa masih dirasakan sampai saat ini dengan banyaknya masyarakat yang belum memiliki KTP elektronik," tambahnya.

KPK Belum Berencana Menahan Setnov, Ini Alasannya

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari