logo


Respon Djarot Saat Tahu Ahok Jadi Target Pembunuhan di Aplikasi Telegram

Djarot mendukung langkah pemerintah untuk memblokir aplikasi Telegram

19 Juli 2017 15:26 WIB

Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.
Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Baru-baru ini, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, menyebut, salah satu alasan diblokirnya aplikasi pesan singkat Telegram adalah karena terkuaknya rencana pembunuhan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengaku dirinya telah mengetahui informasi tentang rencana pembunuhan Ahok tersebut. Oleh karena itu, mantan Wali Kota Blitar itu mendukung langkah pemerintah untuk memblokir aplikasi tersebut.

"Saya tidak main Telegram. tapi saya dapat info seperti itu. Itulah makanya kemarin Telegram dapat sanksi pemblokiran oleh Kemenkominfo. Memang sebaiknya diblokir saja. Karena di situ banyak sekali konten pembicaraan tentang radikalisme, salah satunya ancaman kepada Pak Ahok," usai menghadiri acara peluncuran buku yang berjudul Ahok di Mata Mereka di Hotel Pullman, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (19/7).


Rencana Pembunuhan Ahok Jadi Salah Satu Alasan Diblokirnya Telegram

"Kalau memang dia jadi bunker untuk diskusi, ujaran tentang radikalisme, tentang Islam-Islam yang terkait ISIS ya harus diblokir," sambung Djarot.

Lebih jauh, Djarot mengaku tidak kaget mendengar banyaknya ancaman kepada Ahok. Namun, Djarot percaya polisi bisa menangani masalah seperti ini.

"Saya percaya penegak hukum segera turun tangan. Tidak boleh orang per orang saling mengancam, apalagi mengancam kehidupan orang lain. Itu tidak boleh dibiarkan," tutup Djarot.

Meski Telegram Telat Merespons, Pemerintah Akhirnya Cari Solusi untuk Buka Blokir

Halaman: 
Penulis : Riana