logo


Banyak WNI di Luar Negeri Kesulitan Tukar Uang Rupiah Baru, Ini Bantahan BI

Permasalahan tersebut disebabkan lantaran tidak adanya rupiah di tempat penukaran (money changer) di negara lain.

18 Juli 2017 19:02 WIB

Logo Bank Indonesia.
Logo Bank Indonesia. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Banyak warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di luar negeri, mengaku kesulitan dalam menukarkan uang rupiah tahun emisi 2016. Permasalahan tersebut disebabkan lantaran tidak adanya rupiah di tempat penukaran (money changer) di negara lain.

Melihat kasus di atas, Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo langsung membantahnya. Ia menegaskan uang rupiah NKRI tahun emisi 2016 merupakan alat pembayaran resmi dan sah Indonesia yang sesuai dengan Undang-Undang Mata Uang dan Undang-Undang Bank Indonesia.

Agus kembali menerangkan, uang rupiah bukan merupakan mata uang global yang mengalami internasionalisasi seperti dolar AS atau Yuan Tiongkok. Namun, bukan berarti uang rupiah tahun emisi 2016 tidak diakui dunia atau negara lain sebagai uang Indonesia. Uang NKRI tahun emisi 2016, tegas Agus, tetap merupakan uang sah negara Indonesia.


Butuh Dana Jelang Lebaran? Gadai Instan Bisa Jadi Pilihan

“Kalau terkait dengan rupiah, bahwa rupiah itu bukan mata uang yang bukan dilakukan internasionalisasi. Jadi kalau seandainya, mata uang rupiah tahun emisi 2016 adalah negara yang sah di negara Republik Indonesia,” tegas Agus kepada Jitunews.com, di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (18/7).

“Kalau di luar negeri ada money changer yang ingin menukar mata uang. Itu tentu kita serahkan pada money changer itu. Karena di setiap negara bisa mata uang tertentu bisa diterima jadi mata uang money changer atau ada mata uang lain tidak menjadi komoditi di money changer itu,” ujarnya lagi.

“Jadi kita ingin mengatakan bahwa tidak benar di negara lain, rupiah tidak dikenal. Bahwa rupiah adalah mata uang NKRI. Kalau rupiah di negara lain adalah tidak menerima rupiah itu adalah.kebijakan negara itu. Tapi di Indonesia mempunyai rupiah. Dan, seandainya ingin belanjakan rupiah di Indonesia maka akan diterima dengan baik,” katanya.

Untuk diketahui, pernyataan Agus tersebut untuk menanggapi pemberitaan di sebuah media massa nasional dan juga sebaran informasi di grup WhatsApp yang menyebutkan bahwa uang rupiah baru sulit untuk ditukarkan di wilayah Asia dan Eropa seperti, Singapura, Hong Kong, Jepang, Arab Saudi, dan lain-lain.

Tingkatkan Inovasi Baru, Inilah Para Pemenang Penghargaan Bank Indonesia 2017

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Ratna Wilandari