logo


Komitmen Pemerintah Menjaga Harga dengan Memotong Rantai Pasok

Langkah memotong rantai pasok ini bertujuan memberikan sebagian keuntungan pedagang ke para petani.

18 Juli 2017 13:19 WIB

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, saat menghadiri acara Panen Raya Padi dan Serap Gabah yang diikuti seluruh petani se-Kabupaten Kebumen di Desa Tanjungsari Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/3)
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, saat menghadiri acara Panen Raya Padi dan Serap Gabah yang diikuti seluruh petani se-Kabupaten Kebumen di Desa Tanjungsari Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/3) Puspen TNI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan bahwa rantai pasok pangan yang saat ini masih cukup panjang menjadi salah satu kendala dalam upaya menstabilkan harga.

"Upaya memotong rantai pasok ini bertujuan untuk memberikan sebagian keuntungan pedagang kepada para petani, sehingga petani bisa sejahtera," demikian kata Amran, di Jakarta, Selasa (18/7).

Saat ini beras di tingkat petani dijual seharga Rp 7.500/kg. Selanjutnya, ketika beras tersebut sampai ke masyarakat, harga sudah mencapai Rp 10.500/kg.


Kementan: Dibandingkan Negara Lain, Harga Beras Indonesia Masih Normal

Untuk itu, ia berkomitmen akan berupaya memangkas keuntungan yang tinggi pada pedagang perantara saat ini yang mencapai Rp 186 triliun.

"Katakan lah keuntungan yang di tengah (pedagang perantara) Rp 186 triliun itu dikirim ke petani karena keuntungan petani untuk padi kalau tidak salah sekitar Rp 65 triliun. Ini kalau didorong 30 persen saja sudah bisa membuat petani senyum," ungkapnya.

Hanya saja, Amran mengakui untuk mewujudkan hal tersebut memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Selama ada proses dan menunjukkan kebaikan bagi sektor pertanian, kata Andi, semua bisa selesai namun memang tidak sekaligus.

Kementan Pantau Luas Tanam Harian Secara Berjenjang

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari