logo


Produksi Lampaui 1,2 Juta Unit, Otomotif Nasional Perkuat Posisi di ASEAN

Capaian tersebut diharapkan semakin mendongkrak kontribusi sektor industri otomotif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional

18 Juli 2017 12:41 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kapasitas produksi kendaraan roda empat akan mencapai lebih dari 1,2 juta unit pada tahun 2017 atau naik dibandingkan produksi sebanyak 1,1 unit pada tahun 2016. Peningkatan ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan industri otomotif di ASEAN, setelah Thailand.

“Capaian tersebut diharapkan semakin mendongkrak kontribusi sektor industri otomotif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan tertulisnya kepada Jitunews.com, Selasa (18/7).

Airlangga menjelaskan, dari jumlah produksi 1,1 juta unit pada tahun lalu, sekitar 200.000 unit mobil dipasarkan ke negara tujuan ekspor dan selebihnya diserap oleh pasar dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah meminta industri otomotif nasional terus agresif memperluas pasar ekspor untuk membuat sebuah keseimbangan dengan kebutuhan pasar domestik.

“Pemerintah menargetkan produksi otomotif bisa menembus 2,5 juta unit pada tahun 2020 untuk bersaing di kancah global,” ungkapnya.

Selain itu, Airlangga meyakini, struktur industri otomotif nasional akan semakin dalam lantaran didukung peta jalan industri baja dengan target kapasitas mencapai 10 juta ton pada tahun 2025.

Menperin berharap, industri otomotif di Indonesia dapat menyerap lebih banyak bahan baku dari dalam negeri. “Ketersediaan bahan baku untuk industri otomotif, khususnya baja, resin, karet sintetis, dan aluminium diharapkan bisa dipenuhi dari dalam negeri pada tahun 2019,” imbuhnya.

Kementerian Perindustrian mencatat, tahun 2016, kontribusi subsektor industri alat angkutan (termasuk di dalamnya industri otomotif) terhadap PDB sektor industri non migas mencapai 10,47 persen atau terbesar ketiga setelah subsektor industri makanan dan minuman sebesar 32,84 persen serta subsektor industri barang logam, komputer, elektronik, optik, dan peralatan listrik sebesar 10,71 persen.

Airlangga optimistis, kinerja industri otomotif di dalam negeri tahun ini mampu tumbuh lebih baik seiring potensi pasar produk di Indonesia dan pertumbuhan ekonomi nasional yang positif. Hal ini didorong oleh pulihnya perekonomian global serta berjalannya reformasi struktural di dalam negeri secara komprehensif.

“Bahkan, kondisi tersebut juga akan mampu mendorong investasi di sektor industri otomotif lebih banyak lagi masuk ke Indonesia. Tidak hanya di tingkat industri perakitan, namun juga industri komponen dan industri bahan baku, sehingga kemandirian industri otomotif nasional dapat tercapai,” paparnya.

Untuk itu, Menperin memberikan apresiasi kepada penanaman modal yang dilakukan PT. SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors). Perusahaan ini merupakan kerja sama dari tiga investor otomotif asing, yaitu SAIC Motor Corporation Limited, General Motors, dan Guangxi Automobile Group Co., Ltd.

“Dengan kapasitas produksi mereka sebesar 120.000 unit per tahun, tentunya meningkatkan kapasitas produksi nasional hingga mencapai 1,2 juta unit per tahun saat ini,” ujarnya. Selain itu, Wuling Motors akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 3.000 orang. “Kami pun mengapresiasi PT. SGMW Motor Indonesia yang telah bekerja sama dengan SMK untuk mengirimkan 100 siswa ke Tiongkok dalam upaya mendukung proses produksi,” tukasnya.

Industri Otomotif Diharapkan Tambah Kontribusi Ekonomi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Riana