logo


Wow, 7 Kapal Perang Siaga Penuh Di Laut Arafura

Tujuh kapal perang siaga di Laut Arafura, lantaran banyaknya pencurian ikan di wilayah tersebut

15 Desember 2014 12:04 WIB

Ilustrasi kapal perang Indonesia.(wikimedia)
Ilustrasi kapal perang Indonesia.(wikimedia)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan telah bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut, hasilnya tujuh kapal perang diterjunkan sekaligus di Laut Arafura, lantaran masih banyaknya pencurian ikan oleh kapal-kapal asing di wilayah tersebut.

"Jika sebelumnya jumlah kapal asing banyak di perairan Natuna, setelah diburu dan ditangkap keberadaan mereka terus berkurang, namun yang masih bandel mereka yang beroperasi di perairan Arafura," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di saat dialog dengan nelayan budidaya kepiting soka dan nelayan tangkap di Desa Sigam, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, kemarin, Minggu (14/12).

Susi menyebut, nelayan yang bandel tersebut hanya bisa ditangkap dengan kapal perang berukuran besar. Sebab, kapal pecuri yang melaut di wilayah itu memiliki kapasitas besar di atas 200 GT.


Arif Wibowo Resmi Pimpin Garuda Indonesia

"Alhamdulillah, kabar bagus yang saya terima dari bapak panglima laut, tadi pagi, telah menangkap kapal asing asal Thailand di Perairan Makassar," ungkap Susi.

Puluhan tahuun terakhir, Susi menambahkan, bahwa aksi pencurian ikan oleh kapal-kapal asing sangat merajalela yang nilainya bisa mencapai triliunan rupiah. Untuk itu perlu keberanian dan ketegasan untuk membasmi mereka dengan melibatkan segenap komponen bangsa, khususnya TNI/Polri.

"Hasilnya, cenderung berkurangnya kapal-kapal asing yang mengeruk kekayaan ikan di laut Indonesia, meski belum sepenuhnya bersih. Setidaknya dari 1.200 buah, kini berkurang dan tinggal 138 kapal asing," katanya.

Susi mengingatkan jangan sampai harga diri bangsa Indonesia diinjak-injak oleh bangsa asing, bahkan mengeruk kekayaan Indonesia.

"Sebenarnya, dari intervensi melalui laut itu, banyak kejahatan yang mereka bawa, di antaranya trafficking, narkoba, semua kedoknya kapal ikan," pungkasnya.

 

Wahh, Usai RUPS 6 Direksi Garuda Dicopot

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya