logo


Kasus Bully Dilakukan Siswa SMP di Thamrin City, Ini Penjelasan Polisi

Pihak Kepolisian berencana akan memanggil anak-anak pembully beserta orang tuanya dan pihak sekolah terkait video yang beredar di media sosial

17 Juli 2017 23:43 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pihak Kepolisian berencana akan memanggil anak-anak pem-bully beserta orang tuanya dan pihak sekolah terkait video yang beredar di media sosial. Beberapa anak yang masih berstatus pelajar tersebut menganiaya bocah berinisial SB siswi kelas 6 SD di Thamrin City, Lantai 3A, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Ya ‎‎rencana besok Selasa manggil mereka anak-anak pem-bully itu ke Polsek Metro Tanah Abang sebagai saksi dulu, setelah itu baru ambil langkah,” terang Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, Kompol Mustakim kepada pewarta, di Jakarta, pada Senin (17/7) sore.

Tak hanya mereka yang melakukan bully, petugas juga akan memanggil orang tuanya.

“Karena ini anak-anak maka prosedurnya panggil orang tua anak-anak itu dan pihak sekolah maupun P2TP2A. Ada tujuh anak dan orang tua yang akan dipanggil sebagai saksi,” ujar Kompol Mustakim menegaskan.

Sekedar informasi, rekaman video bullying yang diunggah akun @lambe_turah di Instagram viral, memperlihatkan beberapa siswa berseragam SMP tengah mengelilingi seorang siswi berseragam putih.

Siswi berseragam SMP terlihat menjambak rambut siswi berseragam putih dan membanting. Ada lagi siswa yang menjambak dan seperti menendang. Adegan bully di video ini terjadi di kawasan Thamrin City.


Pihak Jeremy Thomas Laporkan Oknum Polisi yang Diduga Menganiaya Axel

Menurut penuturan Kompol Mustakim, ketika itu korban hendak pulang sekolah, namun dalam perjalanan, korban dicegat para pelaku dan diajaknya ke Thamrin City, tepatnya di koridor lantai 3A.

“Kondisi koridor itu dalam kondisi kosong karena tidak banyak terpakai untuk berjualan,” sambungnya.

Selanjutnya, korban yang masih duduk di kelas 6 SD ini dijambak dan dibanting oleh pelajar lain. Kata Mustakim, pem-bully-an ini diawali dengan perseteruan pembicaraan antar mereka.

Pasca kejadian, korban bersama orang tuanya datang ke Polsek Metro Tanah Abang untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Kemudian kami mengantarkan korban untuk dilakukan visum di RSCM karena sudah malam kemudian keesokan harinya, Sabtu, tanggal 15 Juli 2017 orang tua korban membuat laporan,” tutup Kompol Mustakim.

DPR Kecam Aksi Bullying Mahasiswa Autis di Universitas Gunadarma

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Aurora Denata
 
×
×