logo


Agus Hermanto: Presidential Threshold 20 Persen Tidak Logis Digunakan pada Pemilu 2019

Partai Demokrat masih tetap bertahan pada posisi 0 persen dalam pembahasan RUU Pemilu.

17 Juli 2017 11:36 WIB

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto.
Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya mengikuti jejak Partai Golkar, NasDem, Hanura, dan PDIP yang terlebih dahulu mendukung usulan pemerintah dengan presidential threshold 20 persen di dalam pembahasan RUU Pemilu.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto, mengatakan bahwa usulan 20 persen tersebut sangat tidak logis apabila digunakan pada pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 mendatang karena pemilu 2019 itu akan digelar serentak.

"Ini pemilu 2014 mau dipakai di Pilpres 2019 kan enggak nyambung," ujarnya di Gedung DPR  RI Jakarta, Senin (17/7).


Lima Paket Opsi Isu RUU Pemilu Dibawa ke Paripurna 2 Juli Mendatang

Oleh karena itu, Partai Demokrat masih tetap bertahan pada posisi presidential threshold 0 persen dalam pembahasan RUU Pemilu. Namun demikian, pihaknya tetap menghormati keputusan partai lain yang telah mendukung presidential threshold 20 persen.

"Kita harus hargai perbedaan itu merupakan nuansa keberadilan dan keberhasilan," jelasnya.

Dalam hal ini, Partai Demokrat sedapat mungkin akan terus melakukan koordinasi dengan partai-partai lain sebelum pengambilan keputusan usulan presidential threshold 20 persen diparipurnakan di DPR.

"Nanti kita lihat di sidang Paripurna, kalau voting, sebelum voting, koordinasi habis-habisan, kami sarankan koordinasi yang betul-betul tuntas untuk menghindari voting," pungkasnya

Singgung Etika Berkoalisi Tidak Jelas, Mendagri: Tak Ada Kaitannya dengan RUU Pemilu

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar