logo


Komisi I DPR: Ini 'Cara' Komunikasi dengan Bos Telegram

Menurutnya, pemblokiran terhadap Telegram akan tetap dilakukan jika pemilik Telegram tidak melakukan tindakan apapun terhadap konten radikal

17 Juli 2017 08:32 WIB

Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi.
Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Keputusan pemerintah untuk memblokir aplikasi pesan Telegram mendapat dukungan dari Parlemen. Anggota Komisi I DPR, Bobby Adhityo Rizaldi, mendukung keputusan pemerintah tersebut.

"Saya menyambut baik utamanya bila pemblokiran tersebut untuk mencegah diseminasi konten radikal dan negatif dari 12 DNS Telegram. Memang disinyalir komunikasi yang dilakukan oleh jaringan sel teroris banyak menggunakan kanal-kanal ini," kata Bobby, Minggu (16/7).

Menurutnya, pemblokiran terhadap Telegram akan tetap dilakukan jika pemilik Telegram tidak melakukan tindakan apapun terhadap konten radikal. 


Agenda Melindungi Negara di Balik Pemblokiran Telegram

"Pemblokiran perlu dilakukan apalagi bila pemilik Telegram tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap 17.000-an konten yang membahayakan NKRI. Apalagi Telegram bot platform yang diberitakan banyak dipakai sel-sel ISIS. Bahkan FSB, kantor intelijen Rusia pun sudah menyatakan Telegram melanggar Undang-Undang," ujarnya.

Langkah pemerintah yang menimbulkan pro dan kontra ini membuat pemilik Telegram mengambil tindakan tegas terhadap aduan Indonesia. Menurutnya, hal tersebut merupakan cara ampuh untuk berkomunikasi dengan pemilik Telegram.

"Dengan adanya pemblokiran ini, pemilik Telegram, Pavel Durov akhirnya menyatakan akan memblok konten teror dan radikal seperti yang diminta pemerintah. Jadi saya rasa cara berkomunikasi inilah yang bisa direspon oleh bos Telegram. Dan bila sudah sesuai degan permintaan RI, Telegram tentu boleh kembali beroperasi di sini," ujar Bobby.

Kenapa Telegram Digemari Teroris? Ini Alasannya

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata