logo


Kementan: Dibandingkan Negara Lain, Harga Beras Indonesia Masih Normal

Kisaran harga beras yang ada di Indonesia saat ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti sistem produksi dan juga distribusi.

14 Juli 2017 12:30 WIB

Sekjen Kementan Hari Priyono.
Sekjen Kementan Hari Priyono. Jitunews/Siprianus Jewarut

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Hari Priyono, mengatakan bahwa harga beras Indonesia dibandingkan negara lain bukanlah yang termahal. Harga beras saat ini masih ada dalam kisaran normal.

Ia menjelaskan bahwa rata-rata harga beras di konsumen pada bulan Januari 2017 adalah Rp 10.698/kg lebih rendah -0,98 persen dibandingkan bulan Januari 2016. Selanjutnya, berturut turut bulan Februari 2017 lebih rendah -1,76 persen, bulan Maret -2,39 persen, bulan April -1,37 persen, dan bulan Mei lebih rendah -0,09 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2016.

"Pada tahun 2017 ini harga gabah maupun harga beras berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp 3.700/kg gabah kering panen dan Rp 7.300/kg beras. Rata-rata harga beras bulan Juni 2017 sebesar Rp 10.597/kg. Sejak bulan Januari hingga Juni 2017 harga beras terkendali dan petani masih dapat menikmati margin yaitu Rp 65,7 triliun setahun," demikian kata Hari, di Jakarta, Jumat (14/7).


APPSINDO: Pemerintah Perlu Menjaga Kontinuitas Pasokan Beras

Data pada Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) menunjukkan harga beras medium pada minggu pertama bulan Juli 2017 yaitu : IR 64-3 Rp 8.200/kg, IR64-2 Rp 9.000/kg, dan IR64-1 Rp 10.000/kg. Stok beras PIBC pun saat ini tersedia cukup banyak yakni 39.758 ton.

Hari mengakui bahwa kisaran harga beras di Indonesia saat ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti sistem produksi dan distribusi.

"Harga beras di Indonesia dibentuk oleh berbagai faktor seperti sistem produksi, logistik, distribusi, tata niaga serta kondisi geografis negara kepulauan di Indonesia," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dari kisaran harga beras di dalam negeri saat ini, bila dibandingkan dengan negara lain, sangat jelas menunjukkan bahwa harga beras pada sejumlah negara lebih mahal daripada harga beras rata-rata nasional.

Berdasarkan sumber Bloomberg dan World Bank 24/6/2013, harga beras di Jepang mencapai Rp 48.779/kg, Korea Selatan Rp 35.833/kg, Singapura Rp 27.501/kg, Taiwan Rp 22.482/kg, Amerika Serikat Rp 22.081/kg, Turki Rp 18.181/kg, China Rp 11.441/kg, Thailand Rp 11.241/kg, Malaysia Rp 11.241/kg, Filipina Rp 9.133/kg, Vietnam Rp 7.126/kg.

Berdasarkan newsletter blog API soal harga beras di 126 negara, harga termahal terjadi di negara Bermuda US$5.70/kg dan termurah di Mesir US$0.54/kg. Untuk diketahui, harga beras Indonesia pada bulan Maret 2017 sebesar US$0.79/kg yang berarti berada pada urutan ke-116. Sebagai pembanding, data Bloomberg tanggal 11 Juni 2017 menunjukkan harga beras rata-rata internasional adalah Rp 11.830/kg atau setara US$0.89/kg (kurs Rp 13.290). Demikian kata Hari.

Selanjutnya, Hari menyampaikan "Ini menunjukkan tidak benar bila disebutkan harga beras Indonesia termahal di dunia," tukasnya.

Jelang Ramadhan, Pedagang Pasar Induk Cipinang: Harga Beras Stabil

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari