logo


Insiden Hermansyah Tunjukan Warga Negara Jauh dari Aman

Tentu kekerasan yang diterima Hermansyah menunjukan tingkat pengamanan aparat terhadap keamanan warganya belum maksimal.

9 Juli 2017 18:46 WIB

Politisi partai Hanura Dadang Rusdiana.
Politisi partai Hanura Dadang Rusdiana. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Aksi kekerasan terhadap ahli IT Hermansyah sesungguhnya menjadi tamparan keras bagi aparat keamanan nasional, dalam hal ini Polisi Republik Indonesia (Polri).

Seperti yang diketahui, Hermansyah (46) yang seorang ahli IT menjadi korban pembacokan sekelompok orang yang tidak dikenal di Tol Jagorawi KM 6. Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, saat itu korban sedang mengendarai mobil hendak pulang ke rumahnya di Depok.

Atas kejadian itu, Politisi Hanura Dadang Rusdiana menyesalkan hal tersebut bisa terjadi. Harapnya kejadian serupa tak terjadi di masa yang akan datang dan hal ini harus menjadi pelajaran bagi polisi yang berpatroli di ruas tol.


Berikut Kronologis Pembacokan Ahli IT di Tol Jagorawi

"Tentunya kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga bagi aparat keamanan, tentunya polisi yg bertugas patroli di jalan Toll," ucapnya melalui pesan singkat kepada Jitunews.com, Minggu (9/7).

"Bagaimanapun peristiwa seperti ini tidak boleh terulang," lanjut Dadang mengatakan.

Tentu kekerasan yang diterima Hermansyah menunjukan tingkat pengamanan aparat terhadap keamanan warganya belum maksimal. Seperti yang telah banyak diketahui, maraknya kasus begal kendaraan bermotor juga menunjukan bahwa warga negara masih jauh dari kata aman.

"Kewajiban negara dalam hal ini aparat keamanan membuat warga merasa aman di manapun berada. Ini tantangan buat aparat," ungkapnya melanjutkan.

Ahli IT yang Menjadi Korban Pembancokan Sudah Selesai Operasi

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah