logo


Terkait dengan 15 WK yang Dilelang, Berikut Tiga Poin Penting dari Pemerintah

Pertama mengenai teknikal, kedua komersial, dan ketiga dukungan peraturan

7 Juli 2017 15:55 WIB

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Jitunews/Latiko Aldilla DIrga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pendekatan dengan menghelat acara Breakfast Meeting adalah pertama kalinya oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang langsung menemui investor untuk promosi penawaran lelang wilayah kerja (WK) Migas yang baru.

Untuk mengimplementasikan penjualan WK yang sudah ada, Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar menuturkan, ada tiga hal yang disampaikan pemerintah ke 52 perusahaan migas besar terkait dengan 15 WK yang dilelang. Pertama mengenai teknikal, kedua komersial, dan ketiga dukungan peraturan.

Pertama terkait teknikal, menurut Acandra, sebanyak mungkin informasi terkait dengan data seismik WK yang dilelang dibuka sejelas-jelasnya. Bila memang peminat membutuhkan data WK lebih banyak, diperkenankan meminta data ke perusahaan yang pernah membuatnya. Hal ini dilakukan supaya WK lelang secara teknikal atraktif.


Tingkatkan Investasi di Migas, ESDM Tawarkan 15 WK ke-52 Perusahaan

Lanjut Arcandra, poin kedua yaitu komersial. Karena blok-blok ini dilelang dengan gross split, di mana diharapkan bisa komersial.

"Tapi apakah atraktif? Kita lihat pertama kali skema ini digunakan dan sedang dilakukan di Blok ONWJ. Berdasarkan analisis terakhir dihitung sama Pertamina, itu gross split ternyata lebih atraktif dari pada ekisting cost recovery," tutur Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar kepada wartawan, di Ruang Sarulla, Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, dalam diskusi Promosi Lelang WK Migas Tahun 2017, Jumat (7/7).

Di samping itu, blok lebih komersil menggunakan skema gross split yakni, delapan blok terminasi yang sedang dievaluasi Pertamina untuk dikembangkan, secara garis besar gross split lebih atraktif. Dari delapan, tujuh WK atraktif dan satu sedang dalam waktu review.

Arcandra kembali menerangkan, pemerintah juga meminta perusahaan migas menyampaikan apakah ada aturan pemerintah yang menghambat minat untuk investasi.

Padahal seperti gross split, perusahaan migas meminta ada aturan seperti cost recovery supaya aturan perpajakannya menjadi jelas.

"Kita mendengar masukan itu dan dalam waktu 2-3 minggu ini sedang disusun PP supaya sama dengan cost recovery seperti dalam PP 79. Jadi apa yang ditunggu KKKS Ini sedang disusun," ujarnya.

Arcandra mengatakan WK Migas yang dipromosikan merupakan WK yang ditawarkan pada Konvensi dan Pameran

Di tempat serta kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja menjelaskan, dari 15 blok migas, 10 blok yang ditawarkan di antaranya tersebar dari wilayah Indonesia bagian Barat hingga Timur.

"Di Aceh ada dua, Andaman I dan Andaman II. Di ujung utara sekitar Natuna ada South Tuna dan Tongkol. Kemudian turun ke Selat Sunda namanya Blok Merak-Lampung. Di Papua ada Kasturi III dan Memberamo," kata Wiratmaja.

Berikut, Jitunews.com berikan daftar WK migas konvensional dengan penawaran langsung (direct offer).

1. Andaman I dengan sumber daya minyak 402 juta barel
2. Andaman II dengan sumber daya minyak sebesar 196,3 juta barel dan gas 844,14 bcf (billion cubic feet)
3. South Tuna dengan sumber daya minyak sebesar 228,01 juta barel dan gas 1.536,21 bcf
4. Merak-Lampung dengan sumber daya minyak sebesar 55,05 juta barel dan gas 180,21 bcf
5. Pekawai dengan sumber daya gas sebesar 742 bcf
6. West Yamdena dengan sumber daya gas sebesar 355,15 juta barel dan gas 2.359 bcf
7. Kasuri III dengan sumber daya gas sebesar 116,46 bcf

Selanjutnya daftar WK Migas Konvensional dengan Lelang Terbuka (reguler tender).

1. Tongkol dengan sumber daya gas sebesar 421,75 bcf
2. East Tanimbar dengan sumber daya gas sebesar 12.924 bcf
3. Mamberamo dengan sumber daya gas sebesar 3.863 bcf

Lalu, daftar WK Migas Non-Konvensional.

1. Jambi I dengan sumber daya minyak sebesar 220 juta barel dan gas 7,15 tcf
2. Jambi II dengan sumber daya minyak sebesar 420 juta dan gas 6,16 tcf
3. West Air Komering dengan sumber daya gas sebesar 0,91 tcf
4. Bungamas dengan sumber daya gas sebesar 1,92 tcf
5. Raja dengan sumber daya gas sebesar 0,92 tcf

Ada pun seluruh penawaran WK tersebut menggunakan 'Product Sharing Contract' (PSC) skema Gross Split atau Bagi Hasil yang mengatur biaya produksi ditanggung sepenuhnya oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Berikutnya, Kementerian ESDM pun telah dan akan mengawal serta memastikan perizinan dan birokrasi di pengusahaan hulu migas semakin sederhana, cepat dan efisien melalui terbitnya Permen ESDM No 29/2017 yang menyederhanakan izin migas menjadi hanya tinggal enam perizinan.

Konferensi Pers Lelang WK Migas Tahun 2017

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Aurora Denata