logo


Durian Lai Mulai Tebar Pesona di Luar Negeri

Lai atau Lay merupakan nama khas durian ini yang diberikan oleh penduduk asli Kalimantan Timur Kaltim).

12 Desember 2014 15:37 WIB

Durian Lay Kalimantan
Durian Lay Kalimantan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Durian Lai asal Kalimantan mulai tebar pesona. Pamornya makin moncer setelah buah berduri ini tidak memiliki aroma yang menyengat dan daya tahan yang lebih lama.  Karena itu durian ini digadang-gadang bisa ekspor ke luar negeri dan menjadi kompetitor durian monthong.

Durian Lai atau Pampaken (Durio kutejensis Becc.) yang merupakan salah satu kerabat durian yang memiliki potensi pasar domestik dan ekspor yang cukup tinggi. Lai atau Lay merupakan nama khas durian ini yang diberikan oleh penduduk asli Kalimantan Timur Kaltim).

Di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Lai dikenal dengan nama Pampaken atau Pampakin, di Serawak dikenal sebagai durian Nyekak, sedang di Brunei dikenal dengan nama durian Pulu.


Mentan Targetkan Borneo Swasembada Pangan di Tahun 2017

Ciri khas Lai dibandingkan dengan durian umumnya adalah pada daun, bunga dan buahnya. Pohon Lai sama dengan durian pada umumnya, tetapi memiliki daun yang ukurannya lebih besar dan tebal. Panjang daunnya bisa mencapai 20-25 cm, dengan lebar 5-7 cm.  Bunganya besar, menarik dengan warna bervariasi dari merah muda (pink) sampai merah tua.

Buahnya kecil sampai sedang (1-2 kg), bertangkai pendek, bewarna hijau muda atau hijau kekuningan saat mentah, dan kuning hingga cokelat bila telah masak penuh, berkulit relatif tipis dan duri tidak tajam.

Musim panen Lai biasanya berlangsung dari Januari hingga Maret, dengan masa puncak pada Februari. Lai mempunyai porsi daging buah 20-40%. Teksturnya agak kering atau lembut dan halus tergantung pada varietasnya. Buahnya yang baru gugur biasanya belum masak penuh dan mutunya meningkat beberapa hari setelahnya.

Warna daging bervariasi dari kuning, kuning tua, oranye, sampai merah, dan memiliki aroma yang lembut. Bahkan, terkadang beraroma wangi mawar. Warna biji bervariasi dari cokelat sampai cokelat tua gelap.

Kepopuleran buah Lai membuat Gubernur Kaliamantan Timur Awang Faroek Ishak beserta  Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari selalu ingin mencicipinya dalam setiap kesempatan. Itu bisa dipahami mengingat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Provinsi Kalimantan Timur memang merupakan salah satu daerah sentra buah Lai. Buah ini termasuk yang digandrungi sebagai pangan gizi dan buah eksotik khas Kutai Kartanegara.

Lai memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan buah tropika, namun pamornya masih tertutup oleh ketenaran durian dari spesies D. zibhetinus. Itu pula sebabnya, upaya mempromosikan Lai perlu terus ditingkatkan agar citra salah satu komoditas unggulan masa depan ini meningkat dan dapat menjadi pendamping durian asal Medan atau daerah lainnya.

Kodim 0735/Surakarta Bagikan 4.000 Bibit Pepaya California kepada Petani Mojosongo

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid