logo


Soto Kadipiro Khas Yogyakarta yang Uenak Tenan!

Setiap hari setidaknya ada lebih dari 300 pengunjung yang datang di warung Soto Kadipiro ini

12 Desember 2014 15:36 WIB

Beberapa menu andalan dari soto kadipiro (istimewa)
Beberapa menu andalan dari soto kadipiro (istimewa)

Yogyakarta, JITUNEWS.COM - Yogyakata memang istimewa. Mulai dari daerahnya, kebudayaannya, pendidikannya hingga ragam kulinernya. Membuat siapa saja yang datang akan merasakan kerinduannya untuk kembali lagi. Nah, buat anda yang kebetulan sedang singgah di kota pelajar ini tak ada salahnya jika Anda mencoba salah satu menu daerahnya yaitu Soto. Dan salah satu Soto khas daerah yang popular adalah Soto Kadipiro, yang berada di Jl. Raya Wates km 2 Kadipiro, Bantul- Yogyakarta.

Jangan heran jika Anda menemui beberapa warung makan Soto Kadipiro. Walaupun banyak warung soto yang memiliki nama yang sama, Anda tak perlu khawatir karena rasanya dijamin masih memiliki rasa yang tidak jauh berbeda, karena masing-masing warung masih ada hubungan darah dengan Karto Wijoyo pendiri awal Soto Kadipiro. Dari beberapa warung, Soto Kadipiro no.33 yang berada di Utara jalan (satu deret dengan pom bensin. Red) atau sekitar 500 meter mengarah ke Barat dari perempatan Wirobrajan inilah yang cukup ramai.

Begitu masuk ke dalam, kesan klasik terlihat dari beberapa ornamen khas jawa yang menghiasi hampir seluruh bagian dari interior warung ini, suasana layaknya bangunan peninggalan zaman dahulu kala, dengan dominasi cat berwarna hijau. Menurut Hendy, salah satu cucu dari pendiri Soto Kadipiro, bangunan ini memang sengaja dibiarkan begitu saja, agar tetap terlihat seperti semula dan terjaga keasliannya. “Karena justru inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang,” ungkap Henddy


Jarang Diketahui, Ini Segudang Manfaaat Konsumsi Tape Singkong

Tak hanya bangunanya saja yang klasik, cita rasa Soto-nya pun juga masih konsisten dan sama seperti dulu yang memiliki rasa segar yang khas. Dan inilah yang menjadi alasan kenapa menu berkuah ini menjadi buruan banyak orang. Satu lagi yang membuat cita rasa Soto Kadipiro tetap terjaga hingga saat ini yakni pada proses memasak Soto yang masih mengandalkan tungku batu sebagai tempat penopang, dan kayu sebagai bahan bakarnya. Sehingga komposisi dari racikan bumbu Soto tersebut lebih meresap.

Segi nostalgia tampaknya sukses membuat soto ini punya pamor besar se-Yogya. Sotonya tidak terlalu beda dengan soto lain, yakni kuah kaldu bening berisi ‘pasukan’ kol, ayam, taoge, daun seledri, dan taburan bawang goreng. Untuk kuah kaldu soto, dibuat tidak terlalu kental dan tanpa santan, tapi tetap memiliki rasa yang sedap dan sangat segar. Soto Kadipiro ini tidak menggunakan bumbu penyedap makanan, melainkan melalui racikan bumbu-bumbu tradisional yang sudah diwariskan secara turun temurun.

Makin sedap saat disantap bersama sepiring nasi, suwiran Ayam Kampung Goreng serta beberapa pelengkap lainnya seperti Perkedel, Tahu, Tempe Bacem, Rempeyek dan kerupuk. Biasanya Perkedel ini dihancurkan agar soto sedikit kental. 

Satu porsi Soto Kadipiro dipatok dengan harga yang relative terjangkau. Untuk Soto Campur hanya Rp 10.000, sedangkan untuk Soto Pisah ditawarkan dengan harga Rp 13.000 Aneka lauk pelengkap ditawarkan mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 9.000. Warung Soto Kadipiro ini buka dari jam 7 pagi sampai habis, biasanya menjelang sore warung ini sudah tutup.

“Untuk pengunjung yang ingin mencoba soto kami, usahakan untuk datang lebih awal, karena biasanya lewat dari jam 2 siang Soto Kadipiro sudah habis,” saran Hendy. Maklum selain menjadi tempat makan favorit para pegawai kantor, tempat makan ini juga banyak digemari oleh kalangan menengah atas. Hal ini dapat terlihat banyaknya mobil yang berjajar memadati halaman parkir warung soto. Setiap hari setidaknya ada lebih dari 300 pengunjung yang datang di warung Soto Kadipiro ini.

Buka Store ke-5, The Harvest Express Jual Bakery dan Kopi 'Grab To Go' Harga Miring!

Halaman: 
Penulis : Hasballah