logo


Personel Jadi Target Teroris, Begini Pengamanan Super Ketat Markas Polisi di Seluruh Indonesia

Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menampik jika pengamamann super ketat ini mengindikasikan bahwa kepolisian dalam kondisi siaga satu.

6 Juli 2017 16:59 WIB

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono Ist.

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Usai insiden penikaman terhadap dua personel Brimob di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri dan sejumlah teror lainnya dengan target Kepolisian, Polda Metro Jaya akhirnya memperketat pengamanan di seluruh markas Kepolisian.

Di Mapolda Metro Jaya, mulai akses masuk hingga tempat pelayanan umum satu atap termasuk Masjid Al-Kautsar Polda Metro Jaya, diperketat penjagaannya untuk antisipasi ancaman. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

Jadi, dari setiap pintu masuk baik untuk kendaraan maupun pejalan kaki dijaga ketat anggota, lengkap dengan body protector dan senjata laras panjang.


Soal Pemindahan Ibu Kota, Fary Djemi Francis: Negara Jangan Diatur Berdasar Pemimpin Semalam

Selanjutnya, kendaraan roda dua wajib membuka helm, kaca mata, dan masker wajah. Sementara roda empat wajib membuka pintu kaca mobil agar terpantau CCTV. Khusus ojek online dan taksi dilarang masuk.

Namun demikian, Argo belum mau menjelaskan secara detail skema pengamanan dan jumlah personel karena hal tersebut merupakan bagian dari kekuatan Kepolisian.

“Semua akan kami amankan. Itu bagian dari kekuatan kami ya. Tak mungkin saya sampaikan jumlah personelnya,” terang Kombes Pol Argo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/7) siang.

Meski begitu, Argo tidak membenarkan saat ini pihak Kepolisian dalam kondisi siaga satu.

“Belum ada siaga satu. Intinya kami waspada untuk meningkatkan pengamanan markas, jangan sampai kita jadi korban lagi,” tegas mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur tersebut.

Tidak hanya di pintu masuk, di Masjid Al-Kautsar yang terletak di dalam Mapolda Metro Jaya juga tampak diperketat pengamanannya.

Di samping menyiagakan dua pintu metal detektor, bagi jamaah yang hendak menunaikan salat juga diwajibkan melepas jaket dan menitipkan tas di tempat yang sudah disediakan.

“Ini perintah pimpinan untuk tingkatkan pengamanan, karena sekarang sudah tidak pandang tempat, di Masjid juga masih melakukan teror,” ujar personel polisi yang bertugas jaga hari ini.

Cari Pelaku Teror Kebayoran Lama, Polisi Periksa Saksi dan CCTV

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Ratna Wilandari