logo


Tingginya Harga Pangan Menyulitkan Konsumen

Salah seorang ibu rumah tangga mengeluh lantaran belum ada penurunan harga bahan makanan pokok pasca lebaran.

5 Juli 2017 14:17 WIB

Pedagang sembako di salah satu pasar.
Pedagang sembako di salah satu pasar. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anita, salah seorang ibu rumah tangga, saat ditemui Jitunews.com di pasar Senen Blok III-VI Jakarta Pusat, mengakui bahwa tingginya harga komoditas pangan sangat menyulitkan ibu rumah tangga. Pasalnya sampai H+9 pasca lebaran harga komoditas pangan belum mengalami perubahan harga.

“Harga pangan saat ini rata-rata masih sama dengan saat lebaran kemarin mas, belum ada penurunan,” ucap Anita saat ditemui Jitunews.com di pasar Senen Jakarta Pusat, Rabu (5/7).

“Kita kan baru abis lebaran dengan pengeluaran yang tidak sedikit, kalau harga pangan ini masih tetap bertahan pada harga sekarang akan sangat menyulitkan ibu-ibu rumah tangga,” lanjutnya.


MAPAN: Stabilnya Harga dan Stok Pangan Lebaran Tahun Ini Baru Pertama Kali Terjadi

Ia mengakui bahwa kebutuhan akan pangan merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi, dan aktivitas ibu rumah tangga belanja di pasar juga merupakan aktivitas rutin.

“Harapan kami agar harga ini bisa segera normal kembali sebagaimana biasanya, jangan normal seperti harga lebaran,” katanya.

Dari hasil pantauan Jitunews.com harga komoditas pangan di pasar Senen Blok III-IV Jakarta Pusat,  beras IR I (IR 64) Rp 12.000/kg, beras IR.II (IR 64) Ramos Rp 11.000/kg, beras IR.III (IR 64) Rp 12.000/kg, beras IR 42/pera Rp 9.500/kg, beras Setra I/Premium Rp 9.000/kg.

Minyak goreng curah Rp 13.000/kg, Cabe Merah Keriting Rp 25.000/kg, Cabe Merah Besar Rp 25.000/kg, Cabe Rawit Merah Rp 40.000/kg, Cabe Rawit Hijau Rp 35.000/kg, Bawang Merah Rp 50.000/kg, Bawang Putih Rp 52.000/kg, Ayam Broiler/ras Rp 30.000/kg, telur ayam Ras Rp 21.000/kg.

Lebaran Sudah Lewat, Harga Komoditas Pangan Belum Banyak Berubah

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari