•  

logo


MAPAN: Stabilnya Harga dan Stok Pangan Lebaran Tahun Ini Baru Pertama Kali Terjadi

Tahun-tahun sebelumnya, pemerintah selalu tidak mampu berhadapan dengan permainan para spekulan sehingga selalu terjadi lonjakan harga pangan yang tidak wajar.

5 Juli 2017 11:59 WIB

Pedagang sayuran di pasar induk Kramat Jati.
Pedagang sayuran di pasar induk Kramat Jati. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Masyarakat Peduli Pangan Nusantara (MAPAN), Wignyo, mengatakan bahwa langkah sinergi yang baik lintas sektor menjadi kunci suksesnya upaya pemerintah dalam menjaga harga pangan di pasar.

"Stabilitas pangan pun terwujudkan karena Kementan mampu membangun sinergi dengan semua lembaga pusat hingga daerah. Misalnya, membentuk Satgas Pangan yang dipimpin Polri. Begitu sinergi dengan Kemendag, Mendag membentuk tim pemantauan stok dan harga di semua daerah," demikian kata Wignyo, melalui keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Rabu (5/7).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ketersediaan pangan aman dan harga stabil selama Ramadhan hingga Lebaran adalah pertama kali terjadi dalam sejarah Indonesia. Pasalnya, di tahun-tahun sebelumnya pemerintah selalu tidak mampu berhadapan dengan permainan para spekulan sehingga selalu terjadi lonjakan harga pangan yang tidak wajar terutama di kota-kota besar. Namun, dengan terobosan Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah komando Andi Amran Sulaiman, para spekulan bisa dikendalikan.


Mendekati Hari-H Lebaran, Pemerintah Diminta Antisipasi Lonjakan Harga Daging

Pertama, terobosan Kementan dengan program Upaya Khusus mampu mendorong peningkatan produksi pangan strategis secara merata di semua daerah sehingga tidak terjadi kekurangan stok pangan. Kedua, para importir pangan benar-benar diberikan sanksi yang keras apabila terbukti menimbun atau mempermainkan stok dan harga pangan dengan sanksi pencabutan izin.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan produksi beras diperkirakan 3,8 juta ton; sementara permintaan beras hanya 2,7 juta ton sehingga diperoleh sisanya 979 ribu ton. Apabila ditambah dengan stok beras bulan Mei sebanyak 14 juta ton, stok beras di bulan Juni mencapai 14,99 juta ton.

"Stok ini mampu memenuhi kebutuhan beras selama puasa sampai Lebaran, sehingga ketersediaan beras bulan Mei dan juni aman," kata Amran.

Lebih lanjut Amran menyebutkan pada bulan Juni ini pun terdapat stok minyak goreng sebanyak 8,24 juta ton; gula pasir 131,4 ribu ton; dan bawang merah 68 ribu ton. Demikian juga stok cabai besar sebanyak 29,2 ribu ton; cabai rawit 41,9 ribu ton; daging ayam ras 29,2 ribu ton; dan telur ayam 220,6 ribu ton.

"Begitu pun ketersediaan beras di gudang Bulog dan pasar juga dalam kondisi aman. Bulog saat ini memiliki stok beras dalam jumlah cukup. Ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang juga aman. Total stok beras di gudang Bulog per 29 Mei 2017 mencapai 1,98 juta ton. Kemudian, selama bulan Mei pemasukan beras ke Pasar Induk Beras Cipinang telah mencapai 71.356 ton. Artinya, pemasukan beras di bulan Mei sebanyak 118,9 persen dibandingkan pasokan normal bulanan. Sementara pengeluaran beras dari PIBC hanya 65.977 ton," tambahnya.

MAPAN Apresiasi Keberhasilan Kementan Buat Harga Pangan Stabil

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari