logo


Hutang Indonesia Era Jokowi Bertambah Rp 1.067 T, Ini Penjelasan JK

Wakil Presiden, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa penambahan hutang tersebut digunakan untuk pembangunan.

4 Juli 2017 16:18 WIB

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Utang Indonesia bertambah Rp 1.067 T pada kepemimpinan Jokowi - JK selama 2,5 tahun ini. Wakil Presiden, Jusuf Kalla, memberikan penjelasan tentang penggunaan utang tersebut untuk apa saja selama ini.

Wapres menuturkan, utang tersebut digunakan sebagian besar untuk pembangunan infrastruktur yang hingga saat ini masih terus dilakukan oleh pemerintah dan untuk membayar cicilan utang sebelumnya.

"Sedih, Anak Terbaik Bangsa Kok Bisa di Gedung yang Sama dengan Teroris"


Di Makassar, Jusuf Kalla Sambangi Rumah Jabatan Kapolda Sumsel

"Sebagian besar dipakai untuk pembangunan, tetapi karena defisit primernya, kita juga harus membayar utang sebelumnya," ujar JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (4/7).

Kasus e-KTP Disebut Rekayasa, KPK Curiga Fahri Hamzah Membela Seseorang

Lebih lanjut, JK mengatakan bahwa rasio utang terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) negara Indonesia yakni 27 persen masih lebih rendah dibandingkan dengan rasio utang Amerika Serikat yang berada di angka 100 persen, dan Jepang juga sudah berada di 100 persen.

"Melihat Temuan BPK, Pimpinan KPK Sekarang Harusnya Masuk Penjara Nih"

"Cuma, Jepang pinjam dari dalam negeri, dari lembaga-lembaga pensiunan, kalau AS cetak uang," kata JK.

KPK Mengklaim Punya Bukti Keterlibatan Ganjar Pranowo di Kasus e-KTP

Utang pemerintah yang kian bertambah akan membuat pemerintah berhati-hati. Pemerintah akan menjaga defisit APBN agar tidak melebihi 3 persen dari PDB.

Tantangan Deddy Corbuzier untuk Jokowi, Berhadiah Sepeda

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex