logo


Balas Klarifiksi ICW, Prof Ramli: Jawaban ICW 'Pokrol Bambu'

Menurut kamus KBBI, 'pokrol bambu' adalah kiasan untuk orang yang pandai berdebat namun tidak memiliki dasar, keras kepala dan tidak mau mengalah.

4 Juli 2017 06:00 WIB

Pakar Hukum Tata Negara, Profesor Romli Atmasasmita
Pakar Hukum Tata Negara, Profesor Romli Atmasasmita ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Prof Romli Atmasasmita, menanggapi klarifikasi yang disampaikan pihak Indonesia Corruption Watch (ICW) atas kritiknya terkait aliran dana yang diterima oleh ICW. 

Mendengar pernyataan pihak ICW itu, lantas Prof Romli menyebut jawaban ICW 'pokrol bambu'.

"Sudah baca jawaban ICW tidak akademis hanya opini saja bukan jawaban argumentatif, jawaban 'pokrol bambu'," cuit Prof Romli di akun Twitternya, @rajasundawiwaha, Senin (3/7).


Soal #OTTRecehan, ICW: Kalau 10 Juta Recehan, yang Nggak Recehan Berapa?

Seperti diketahui, dikutip dari kamus KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), 'pokrol bambu' berarti pembela perkara (dalam pengadilan) atau pengacara yang bukan tamatan sekolah tinggi; pokrol yang tidak terdaftar secara resmi. Dalam pengertian lain, 'pokrol bambu' adalah kiasan untuk orang yang pandai berdebat namun tidak memiliki dasar, keras kepala dan tidak mau mengalah.

Lebih lanjut, Prof Romli mengatakan, jawaban Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, atas analisis LPIKP tidak sepadan dengan hasil analisis profesor hukum dan doktor ekonomi. Prof Romli mengklaim, sudah mengirimkan undangan FGD tentang draf hasil LPIKP kepada ICW, namun undangan tersebut tidak direspon.

"ICW sudah dikirimi undangan FDG draf hasil LPIKP untuk klarifikasi, tidak hadir dan diundang launching tidak hadir. Sudah dikirimi buku tentang KPK tidak ada respon," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Prof Romli mengkritik ICW soal dana hibah yang diterimanya dari KPK melalui akun twitternya. Romli menyebutkan, total penerimaan hibah ICW Laporan Keuangan periode 2005-2014 dengan total Rp 91.081.327.590,02. Hibah asing sebesar Rp 58.848.536.364,73, dan dari pemerintah negara asing/lembaga di bawah PBB sebesar Rp 9.197.471.629. Lalu sumber penerimaan tidak terikat sebesar Rp 23.035.319.596,29.

Pihak ICW pun telah merespon kritikan Prof Ramli. Menurut Adnan, tuduhan Prof Romli terkait dana hibah dari KPK dengan dasar hasil audit BPK sangat serampangan.

"Audit BPK itu tidak pernah menyebut lembaga masyarakat mana saja yang pernah bekerja sama dengan KPK. Sementara ICW sendiri tidak pernah punya program bersama KPK," ujar Adnan dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/7).

Tidak hanya itu, Adnan juga membantah tuduhan Prof Romli yang menyatakan bahwa ICW menerima dana hibah dari KPK sehingga sangat membabi buta mendukung KPK

"Ini juga kesimpulan yang sangat menyesatkan. Mengapa? Karena data yang digunakan Romli untuk menyimpulkan hal ini adalah dokumen laporan keuangan hasil audit milik ICW sendiri yang telah dipublikasikan di www.antikorupsi.org," tandasnya.

ICW: Tuduhan Prof Romli Sangat Serampangan dan Basi

Halaman: 
Penulis : Riana