logo


Guru-guru Besar Dukung KPK, Fahri: Kampus Sedang Mengalami 'Kematian'

KPK menyesalkan tuduhan Fahri tersebut

4 Juli 2017 02:57 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menuliskan surat terbuka untuk para Guru Besar yang menurutnya telah mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menolak pembentukan Pansus KPK.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku surat yang di-posting di akun Twitter nya, @fahrihamzah dengan judul "Surat Terbuka untuk Para Guru Besar: Kalian Telah Buat KPK Jadi Berhala" itu merupakan sebuah bentuk keprihatinan mendalam atas sikap para Guru Besar.

"Pada kasus (angket) KPK, guru besar dimobilisasi gak ngerti persoalan, tidak mendalami hukum main dukung KPK gak mau ada revisi padahal mereka gak mengerti apa substansinya," kata Fahri di Jakarta, Senin (3/7).


Fahri Hamzah Ikut Komentari Foto Menteri Tidur di Tempat Duduk Umum

Lantas, dia pun mengajak guru besar dan profesor untuk kembali ke tradisi berfikir dan berdebat dalam keilmuan. Bukan menggalang dan memobilisasi politik.

"Saya kritik ini sebagai kritik umum bahwa kampus sedang mengalami 'kematian'," ujar Fahri.

Bukan hanya itu, Fahri juga mengungkapkan bahwa di kampus tertentu, bahkan ada orang yang tidak diperkenankan datang.

"Ada kampus yang mengatakan kalau begitu saya jangan diundang. Jadi takut mendengarkan pikiran saya. Padahal kan ga ada masalah. Pikiran saya kan biasa-biasa aja," tambahnya.

Lebih lanjut, Fahri pun mengeluhkan, penolakan dirinya untuk hadir di kampus. Mereka, kata Fahri, takut dengan pemikirannya. Padahal, menurut Fahri, tidak ada masalah dengan pemikirannya.

"Pikiran itu tidak melukai, pikiran itu hanya mengatakan sesuatu, apalagi orang berkata dengan dasar, ya jawab dengan data dan argumen. Saya kira Guru Besar ini harus mengajarkan kepada kita tradisi berpikir keilmuan. Bukan galang-menggalang dalam dukungan politik yang merugikan," pungkasnya.

Pada kesempatan berbeda, menanggapi tuduhan Fahri yang menyebut para guru besar dimobilisasi untuk mendukung KPK dan menolak angket yang digulirkan DPR, KPK pun angkat suara. 

"Sayang sekali jika niat baik para guru besar untuk mendukung pemberantasan korupsi tersebut dituduh macam-macam. Tentu kita bisa membedakan dengan mudah mana yang mendukung dengan ketulusan dan jiwa besar dengan mana yang selalu merasa terganggu ketika KPK membongkar kasus korupsi, baik yang melibatkan para politikus, pejabat kementerian ataupun swasta," beber Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (3/7).

Lebih jauh, Febri pun meminta para guru besar agar tetap berjiwa besar.

"Kami hanya berharap, semoga para guru besar tetap berjiwa besar meskipun dituduh dan dituding. Upaya pemberantasan korupsi pasti akan menemui perlawanan dari pihak-pihak yang terganggu dalam perjalanannya," pungkas Febri.

Faisal Basri Sarankan Presiden 'Depak' Fahri Hamzah dari DPR

Halaman: 
Penulis : Riana