logo


Pelaku Penusukan Memuji ISIS, Kondisi 2 Brimob Mulai Membaik

Kondisi dua anggota Brimob yang menjadi korban penusukan, AKP Dede dan Briptu Syaiful mulai membaik dan stabil

3 Juli 2017 11:45 WIB

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kondisi dua anggota Brimob yang menjadi korban penusukan, AKP Dede dan Briptu Syaiful mulai membaik dan stabil.

"Kondisi keduanya mulai membaik, kondisi stabil dalam tahap penyembuhan," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M. Iriawan, di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (3/7).

Kapolda menjelaskan kondisi kedua anggota Brimob itu masih dalam masa pemulihan setelah dioperasi.


Rangkaian Mobilitas Mulyadi Sebelum Menusuk Dua Brimob

"Makan masih diinfus, mungkin 2 sampai 3 hari lagi jahitan akan mengering. Jadi sudah bisa makan seperti biasa dan alhamdulillah mereka mulai membaik," jelasnya.

Di tempat yang berbeda, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, menyebut sudah empat orang saksi yang diperiksa dalam kasus penusukan anggota Brimob yang dilakukan Mulyadi yaitu teman SMA Mulyadi, rekan berdagang, kakak kandung, dan kakak ipar.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa pelaku mendukung jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). 

"Dari hasil pemeriksaan didapat informasi dia selalu sibuk dengan HP-nya dan selalu mengatakan bahwa ISIS itu baik, khilafah itu baik," ucap Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/7).

Kehabisan Ongkos, Puluhan Pemudik Minta Surat Keterangan Polisi Agar Bisa Pulang

Polisi menilai Mulyadi sudah terkontaminasi dengan paham radikal dari media sosial.

Presiden Jokowi Mampir di Warung Kopi dan Jajal Kerak Telor

"Kelihatannya dia sudah terkontaminasi pemikirannya dengan media sosial tentang konten radikal," lanjutnya.

Jatuh Tabrak Tebing, Heli Dauphin Basarnas Ini Ternyata Punya Banyak Keunggulan

Namun, Kepolisian belum menemukan keterkaitan Mulyadi dengan jaringan teroris dan menyimpulkan bahwa Mulyadi sebagai pelaku penyerangan tunggal.

Masuk Tim Kerja Anies-Sandi, Ini 'Gawean' yang Akan Digarap Ahmad Dhani

"Sementara masih lone-wolf, tidak ada jaringannya. Sudah kita cek dari hubungan, baik fisik maupun komunikasi, belum ditemukan jaringannya," jelas Setyo.

Lima Syarat FPI Lakukan Rekonsiliasi

Beberapa hari sebelum kejadian, pelaku diketahui membeli sangkur di daerah Bekasi. Kakak Mulyadi tidak mengetahui apa tujuan pelaku membeli sangkur dan berpamitan akan pulang kampung. 

Pengamat Terorisme: Polisi dan Tentara Dianggap Thogut atau Setan oleh ISIS

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata