logo


Pengamat: Film 'Aku Adalah Kau yang Lain' Tak Terkait Polri

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, meminta masyarakat menonton film "Aku Adalah Kau yang Lain" itu secara utuh, agar tidak salah tafsir.

3 Juli 2017 06:00 WIB

Salah satu potongan  film \'Aku Adalah Kau yang Lain\'
Salah satu potongan film 'Aku Adalah Kau yang Lain' Youtube

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat keamanan negara dari Indonesia Development Monitoring (IDM), Dewinta Pringgodani, menilai film pendek berjudul "Aku Adalah Kau yang Lain", sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan Polri.

Dikatakan Dewinta, film pendek garapan Anto Galon, sineas asal Semarang, Jawa Tengah, itu hanya kebetulan memenangkan lomba Police Movie Festival ke-4 yang digelar Mabes Polri untuk menyambut HUT Bhayangkara ke-71.

"Film itu kan yang membuat bukan Polri. Film itu juga hanya satu dari 241 film pendek yang ikut lomba Police Movie Festival 2017. Selain itu, yang memilih film itu sebagai pemenang adalah tim juri yang berasal dari kalangan film, seperti Wulan Guritno dan Renny Djajoesman," ungkap Dewinta dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/7).


Kalau Polisi Pakai Cara Provokatif, Kemungkinan Besar Pendukung Habib Rizieq Akan...

Lanjut Dewinta, tudingan negatif dari sejumlah pihak terhadap Polri atas beredarnya film tersebut, salah sasaran, serta tidak memiliki alasan yang kuat.

"Sejak dipimpin Jenderal Tito Karnavian, saya melihat Polri sudah jauh lebih baik dan profesional," klaim Dewinta.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, meminta masyarakat untuk menonton film "Aku Adalah Kau yang Lain" itu secara utuh, agar tidak salah tafsir.

"Coba dilihat secara utuh. Kalau dilihat sepenggal-sepenggal akan berbeda penafsirannya. Karena itu harus dihargai bahwa itu hasil dari karya seni," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, belum lama ini,

Setyo enggan menanggapi lebih jauh terkait polemik film ini.

"Sementara cooling down dulu, kami tidak mau ini menjadi polemik," cetusnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PPP, Arsul Sani, mengecam film pendek yang dibuat oleh sineas Anto Galon. Salah satu adegan di film pendek berdurasi delapan menit itu menceritakan salah seorang polisi meminta kepada panitia acara keagamaan untuk membukakan jalan karena ambulance membawa seseorang yang sedang kritis.

Lantaran menilai film tersebut tidak menggambarkan sikap Islam dan condong menyudutkan, Arsul, lewat akun Twitter miliknya, menyatakan akan mempertanyakan film itu kepada Divisi Humas Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI.

 

Bantu Ibu Melahirkan, Polisi Ini Pun Diganjar Penghargaan

Halaman: 
Penulis : Riana