logo


Jatuh Tabrak Tebing, Heli Dauphin Basarnas Ini Ternyata Punya Banyak Keunggulan

Helikopter ini memiliki sistem autopilot terbaik dan satu-satunya sistem autopilot helikopter yang berfokus pada ketinggian, bukan kecepatan

3 Juli 2017 03:58 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Helikopter milik Badan Sar Nasional (Basarnas) jatuh di perbukitan Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada hari Minggu, tanggal 2 Juli 2017. Sejatinya, helikopter berwarna orange itu disiagakan di pintu keluar tol Gringsing, Kabupaten Batang, selama arus mudik dan balik Lebaran. Namun, heli tersebut akhirnya bertolak ke Banjarnegara untuk membantu proses evakuasi letusan Kawah Sileri di kawasan Dieng.

Heli tersebut membawa 8 orang yang terdiri atas 4 kru dan 4 anggota regu penyelamat. Kondisi bagian depan helikopter itu hancur. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarot Padakova, menegaskan, ada tiga korban meninggal dunia yang telah berhasil dievakuasi dari TKP.

Sementara itu, Direktur Sarana dan Prasarana Basarnas, Wahyu A Djaja, menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan jika helikopter tersebut milik institusinya.


Helikopter Basarnas Jatuh Tabrak Gunung di Temanggung

"Kami belum tahu apakah helikopter tersebut milik Basarnas, tapi memang dari foto yang beredar, jenis heli Dauphin, tapi kami belum yakin," tukas Wahyu dalam keterangan persnya di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (2/7) malam.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa helikopter jenis Dauphin tersebut adalah buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang biasanya dioperasikan oleh Angkatan Laut (AL).

"Heli Dauphin memang buatan PT DI yang dioperasikan TNI AL," tukasnya.

Masuk Tim Kerja Anies-Sandi, Ini 'Gawean' yang Akan Digarap Ahmad Dhani

Wahyu melanjutkan, pihaknya akan memastikan apa yang menjadi penyebab jatuhnya heli tersebut. Sebagai informasi, pada akhir tahun 2016 lalu, Basarnas memesan 13 unit helikopter AS365 Dauphin dari PT Dirgantara Indonesia. Menyoal sosok heli Dauphin sendiri, beberapa waktu lalu, Direktur Utama PT DI, Budi Santoso, mengatakan, helikopter ini memiliki keunggulan daripada helikopter jenis lainnya.

Jatuh Tabrak Tebing, Heli Dauphin Basarnas Ini Ternyata Punya Banyak Keunggulan

"Helikopter ini mampu terbang di lingkungan panas atau lembab dan mampu bermanuver dengan baik," ujar Budi, seperti diwartakan kompas, Selasa (15/11/2016) silam.

Lima Syarat FPI Lakukan Rekonsiliasi

Selain itu, helikopter ini juga memiliki sistem autopilot terbaik dan satu-satunya sistem autopilot helikopter yang berfokus pada ketinggian, bukan kecepatan. Helikopter SAR ini pun digadang-gadang sebagai helikopter dengan kemampuan terbaik karena dilengkapi teknologi Flight Management System.

Presiden Jokowi Mampir di Warung Kopi dan Jajal Kerak Telor

Tak hanya itu, helikopter Dauphin ini juga dapat lepas landas di atas kapal laut. Untuk daya angkut, helikopter ini secara umum mampu menampung dua pilot, 12 penumpang, dua tandu dan satu personel medis. Dengan menggunakan mesin ganda, Dauphin mampu melaju dengan kecepatan maksimum 306 km/jam dengan ketahanan terbang mencapai sekitar 4,3 jam.

Kehabisan Ongkos, Puluhan Pemudik Minta Surat Keterangan Polisi Agar Bisa Pulang

Tidak berhenti di situ, helikopter ini memiliki fenestron atau rotor belakang dalam sirip tertutup yang senyap dengan jarak pisau yang tidak sama sehingga dapat meredam tingkat kebisingan serta memiliki tingkat efisiensi tinggi.

Ternyata, Letusan Kawah Sileri Sudah Diprediksi Sebelumnya

Halaman: 
Penulis : Riana