logo


Ternyata, Letusan Kawah Sileri Sudah Diprediksi Sebelumnya

"Rekomendasi sudah kami berikan untuk kawasan Dieng itu, wisatawan jangan sampai masuk ke radius 100 meter," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi, Kasbani.

3 Juli 2017 02:23 WIB

Kawah Sileri
Kawah Sileri Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Objek wisata Kawah Sileri di kawasan Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menyemburkan lahar dingin pada hari Minggu, tanggal 2 Juli 2017. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir ada empat orang yang mengalami luka-luka akibat letusan Kawah Sileri tersebut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan empat orang tersebut merupakan wisatawan.

"Tidak ada korban jiwa," kata Sutopo lewat pesan pendek, Minggu (2/7).


Kawah Sileri Gunung Dieng Meletus, 4 Orang Wisatawan Luka-luka

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara, kata Sutopo, saat terjadi letusan kawah Sileri Dieng, ada 17 wisatawan yang berada di lokasi. Keempat wisatawan yang menjadi korban kini sudah mendapat perawatan di Puskesmas I Batur.

Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi, Kasbani, mengatakan, pihaknya sudah memperingatkan pengelola kawasan wisata kawah Dieng agar mengimbau wisatawan jangan mendekat dalam radius 100 meter.

"Rekomendasi sudah kami berikan untuk kawasan Dieng itu. Wisatawan jangan sampai masuk ke radius 100 meter," kata Kasbani, dikutip dari tempo, Minggu (2/7).

Menurut Kasbani, rekomendasi itu diberikan pihaknya sejak bulan April, karena letusan yang terjadi di Kawah Sileri itu bukan yang pertama. Menurut catatan, sudah dua kali terjadi letusan di Kawah Sileri, yakni pada tanggal 3 dan 24 April 2017. Saat itu, sudah terpantau adanya potensi terjadinya letusan tiba-tiba.

Hal senada juga dikatakan Surip, petugas Pengamat Pegunungan Api Dieng. Ia mengungkapkan, musibah letusan kawah Sileri itu memang telah diprediksi sebelumnya.

"Kejadian ini sudah kita prediksi sebelumnya karena berdasarkan pengamatan kami sebelumnya sudah terjadi letupan gas di kawah Sileri, " aku Surip, dikutip dari vivacoid, Minggu (2/7).

Surip menyebutkan, letusan pertama di kawah Sileri terjadi pada tanggal 24 Mei 2017 lalu yang mengeluarkan gas CO2. Namun, gas itu tidak berpotensi mengandung racun.

Sejak saat itu, pihaknya bersama pengelola wisata kawah Sileri lalu menempelkan imbauan waspada kepada setiap pengunjung di kawasan kawah. Namun, ia tidak yakin apakah wisatawan membaca imbauan tersebut atau tidak.

Lebih jauh, Surip menyebutkan, meski kawah Sileri berstatus gunung api aktif, namun pihaknya kesulitan untuk mengetahui tanda-tanda akan terjadi letusan. Sebab, letusan jenis freatik dengan lumpur panas sangat sulit diprediksi dibandingkan letusan gunung-gunung api lain di Indonesia.

"Kawah Sileri dengan letusan freaktik sulit diprediksi karena sebelum meletus tidak terjadi gempa vulkanik. Ini berbeda dengan gunung berapi lain yang selalu mengeluarkan gempa vulkanik," tutup Surip.

 

Kawah Sileri Dieng Meletus, Lokasi Wisata Ditutup untuk Umum

Halaman: 
Penulis : Riana