logo


Dino Patti Djalal: Diaspora Aset Bagi Pembangunan Indonesia

Diaspora telah masuk dalam masuk dalam pusaran sejarah globalisasi yang telah menjadi tanda perubahan dunia di abad 21.

1 Juli 2017 13:13 WIB

Dino Patti Djalal
Dino Patti Djalal Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Board of Trustees Indonesia Diaspora Network (IDN), Dino Patti Djalal mengklaim Kongres ke-4 Diaspora yang diselenggarakan di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (1/7/2017) mengawali pidatonya dengan mengajak seluruh peserta Kongres Diaspora ke-4 untuk memberikan standing applause kepada Indonesia, kepada NKRI dan kepada diaspora.

Ia menyebut, kongres ke-4 itu sebagai Kongres terbesar sepanjang sejarah kongres diaspora.

"Selamat datang di kongres diaspora yang terbesar dalam sejarah gerakan idaspora Indonesia. Kongres ini dihadiri 9000 orang dari dalam dan luar negeri, dari 134 kota dunia dari 55 negara dan dari 71 kota di Indonesia. Ke belakang dan ke depan, mungkin tidak akan ada lagi kongres yang sebesar ini," ucap Dino.


Siapa Bos Besar yang Ditemui Obama di Jakarta?

Dino menjelaskan, meskipun diaspora Indonesia menyebar di berbagai negara, namun tetap satu.

"Satu darah, satu budaya, dan satu keluarga," katanya.

Dino menerangkan, diaspora telah masuk dalam masuk dalam pusaran sejarah globalisasi yang telah menjadi tanda perubahan dunia di abad 21.

"Namun, diaspora bukan lagi sekedar petualang atau perantau. Atau pengungsi. Diaspora kini telah menjadi pelopor. Pelpor ekonomi, pelopor sosial dan budaya. Ini yang terjadi di dunia sekarang," kata Dino.

Menurut Dino, selain sebagai pelopor, diaspora dunia juga memiliki aset yang besar. Mantan Dubes RI untuk Amerika itu mencontohkan, aset diaspora Tiongkok mencapai 2 triliun. Padahal, PDB Tiongkok sekitar 12 triliun.

"Diaspora memang telah menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa," terang Dino.

Dino menambahkan total diaspora Indonesia kini mencapai 6-8 juta orang dan menyebar ke berbagai negara. Mereka berkontribusi bagi pembangunan nasional.

"TKI 130 triliun kontribusinya setiap tahun bagi tanah air. Ini sama dengan industri pariwisata indoenesia, dan ini pernah melebihi seluruh investasi asing di indonesia, ini juga melebihi pajak yang diterima pemerintah dari dunia pertambangan. Jadi bukan hanya asetnya yang menarik," kata Dino.

Hadir di Kongres Diaspora, Obama Senang 'Pulang' ke Indonesia

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas