logo


Dampak Ransomware Petya bagi Perusahaan Dunia, dari Maersk hingga FedEx

Untuk diketahui, Ransomware Petya sendiri mulai mewabah sejak dua hari yang lalu di Ukrania dan sejumlah negara lain di dunia.

29 Juni 2017 10:30 WIB

ilustrasi hacker remaja
ilustrasi hacker remaja Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah merilis sejumlah langkah antisipasi penyebaran Ransomware Petya yang tengah mewabah di dunia. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan back up data sesering mungkin, lantaran cara bekerja virus Petya hampir mirip dengan WannaCrypte yang sudah terlebih dahulu menyerang pada bulan Mei lalu.

Untuk diketahui, Ransomware Petya sendiri mulai mewabah sejak dua hari yang lalu di Ukrania dan sejumlah negara lain di dunia. Peretas akan melumpuhkan sistem operasi dan meminta tebusan dalam bentuk Bitcoin. Meski mirip dengan WannaCrypte, Petya memiliki mekanisme penyebaran yang lebih hebat.

Serangan tersebut menimpa perusahaan produksi minyak terbesar Rusia, Rosneft. Perusahaan pelayaran terbesar di dunia, Maersk, yang berbasis di Denmark, bahkan harus mematikan beberapa sistemnya untuk mencegah serangan menyebar. Salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia, Merck, yang berbasis di New Jersey, juga diretas. Layanan TNT Express FedEx pun juga terkena dampaknya. Demikian dilansir cnet.com, Kamis (29/6).


Hati-hati! Setelah WANNACRY, Kini Muncul Serangan Virus PETYA

Sementara itu, berikut ini beberapa poin yang disampaikan Kemkominfo melalui keterangan resminya yang dirilis pada Rabu (28/6).

Menghadapi Ransomware Petya, masyarakat diimbau untuk melakukan hal-hal berikut:

1. pengelola/pengurus IT mencabut jaringan LAN hingga dipastikan seluruh koneksi telah aman;

2. melakukan back up data di tempat penyimpanan terpisah;

3. menggunakan software asli yang di-update secara berkala;

4. mengganti kata sandi (password) secara berkala; dan

5. menggunakan software antivirus terpercaya yang juga harus di-update secara berkala.

Soal virus PETYA, Ini Seruan Menkominfo

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari