logo


7 Eleven Tutup Karena Terlalu Agresif di Awal

Mantan anggota DPR itu menyatakan, kekurangtepatan 7 Eleven dalam memainkan bisnisnya di tanah air lantaran terlalu agresif di periode-periode awal.

27 Juni 2017 04:30 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gerai 7 Eleven resmi menyatakan tutup beroperasi di seluruh tanah air akhir bulan ini. Konon, salah satu yang menjadi faktor tutupnya 7 Eleven adalah pelarangan penjualan minuman beralkohol.

Menepis hal tersebut, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto tak sependapat bahwa pelarangan berjualan minuman beralkohol adalah penyebab dari berhenti beroperasinya 7 Eleven di Indonesia. Airlangga meyakini bahwa penyebab dari tutupnya 7 Eleven tak lebih karena murni urusan internal perusahaan convenience store (toko kebutuhan sehari-hari) itu.

"Enggaklah. Kalau untuk mini market kan masih terbuka. Bussiness planning-nya bisa saja terlalu agresif, lalu masalah pengelolaan, dan pemegang saham. Jadi ini murni kasus swasta saja," demikian ucapnya kala berada di rumah dinas Menko Perekonomian Darmin Nasution, Jakarta, Senin (25/6).


Target Singa Mas Indonesia Akan Naik 200-300 Persen Hingga Akhir Tahun 2017

Mantan anggota DPR itu menyatakan, kekurangtepatan 7 Eleven dalam memainkan bisnisnya di tanah air lantaran terlalu agresif di periode-periode awal. Padahal menurutnya, iklim bisnis di Indonesia sebetulnya sangat 'ramah' untuk pertumbuhan bisnis serupa. 

Siap Berekspansi, Shopee Ingin Tumbuhkan Titik-titik Ekonomi Digital Baru di Daerah

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah