logo


Terdakwa Kasus e-KTP Dituntut Tujuh dan Lima Tahun Penjara

Jaksa yakin bahwa kedua terdakwa telah terlibat melakukan manipulasi dan rekayasa terkait anggaran proyek e-KTP.

22 Juni 2017 15:16 WIB

Pemeriksaan terdakwa kasus korupsi pengadaan e-KTP, Irman dan Sugiharto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/6/2017).
Pemeriksaan terdakwa kasus korupsi pengadaan e-KTP, Irman dan Sugiharto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/6/2017). kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa kasus korupsi e-KTP, Irman dan Sugiharto, masing-masing tujuh tahun dan lima tahun penjara.

Selain itu, terdakwa Irman juga dituntut denda sebesar Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Sementara itu, Mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil, Sugiharto, dikenai denda sebesar Rp 400 juta subsider enam bulan kurungan.

"Menuntut agar Hakim Pengadilan Tipikor yang memeriksa dan mengadili serta menyatakan terdakwa Irman dan Sugiharto terbukti secara sah bersalah, secara bersama-sama melakukan korupsi," kata jaksa Irene Putri ketika membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (22/6).


Sidang Pembacaan Tuntutan Kasus e-KTP Digelar Hari Ini, Surat Tuntutan Capai 3 Ribu Halaman

Jaksa yakin bahwa kedua terdakwa telah terlibat melakukan manipulasi dan rekayasa anggaran proyek dan proses lelang tender.

Kedua terdakwa dijerat Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Hal-hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak melakukan program pemerintah yang sedang gencar melakukan pemberantasan korupsi. Terlebih lagi, keduanya malah terlibat kasus korupsi yang telah merugikan negara. Akibat perbuatan keduanya, banyak warga negara yang tidak memiliki e-KTP hingga saat ini.

"Akibat perbuatan terdakwa, telah merugikan negara dalam jumlah besar," tambah Irene.

Sementara itu, hal-hal yang meringankan terdakwa adalah tidak pernah ditahan sebelumnya, menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan telah berterus terang selama bersaksi di persidangan.

Jaksa Ungkap Kode Warna dan Inisial Penerima Uang e-KTP

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari