logo


Muhammadiyah: ISIS Gerakan Politik Bukan Agama

Abdul juga menyarankan untuk melakukan jihad di dalam negeri saja, karena tidak kalah pentingnya dengan jihad ke luar negeri

21 Juni 2017 07:58 WIB

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu\'ti.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menyebut ISIS sebagai gerakan politik, bukan gerakan keagamaan. Ia menyebut gerakan yang dilakukan oleh kelompok radikal bukanlah bentuk jihad.

"Persoalan yang ada di Suriah, termasuk di Filipina, itu adalah persoalan politik. Itu bukan persoalan keagamaan. Itu bukan ladang jihad. Itu adalah persoalan politik yang memang sejak awal, ISIS pun gerakan politik, bukan gerakan keagamaan," ujar Abdul Mu'ti di kediaman Muhadjir Effendy, Selasa (20/6).

Kuasa Hukum Rizieq Layangkan Surat 'Khusus' untuk Jokowi, Isinya...


Polri Imbau Masyarakat Bentengi Diri dari Rayuan Palsu ISIS

Abdul Mu'ti mengatakan demikian karena melihat ada WNI yang pergi ke Suriah karena ada propaganda ISIS tentang negara Islam. Namun, ketika sampai di sana ternyata hanya hoax. Abdul Mu'ti mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. 

"53 Hari Ngumpet di Arab Saudi, Sekarang Ngancam Mau Revolusi, Situ Sehat?"

Susno Duadji Buka-bukaan Soal Rahasia Kehidupannya

"Saya kira masyarakat sekarang jangan mudah terprovokasi, jangan mudah terpengaruh berita yang tidak jelas kebenarannya. Kalau mau berjuang, kalau mau berjihad, di tanah air itu lebih banyak kegiatan yang bisa dilakukan sebagai bentuk jihad," ujarnya.

"Kalau Presiden Gak Bisa Berdialog dengan Amien dan Rizieq, Berpotensi Ada Kegaduhan Baru"

Abdul juga menyarankan untuk melakukan jihad di dalam negeri saja, karena tidak kalah pentingnya dengan jihad ke luar negeri. Menurutnya ke luar negeri dengan alasan berjihad adalah salah, tetapi untuk bunuh diri.

OTT Gubernur Bengkulu oleh KPK, Mantan Kapolda Jabar: Saya Seperti Tersambar Petir

Ucapan Selamat Novanto untuk Jokowi yang Berulang Tahun

"Kalau memang ada panggilan jihad, panggilan jihad di dalam negeri itu tidak kalah pentingnya, tidak sedikit jumlahnya dibandingkan dengan panggilan jihad di luar negeri. Mereka ke sana bukan untuk berjihad tetapi menyabung nyawa. Itu bukan jihad, tapi bunuh diri, dan bunuh diri itu sangat dilarang oleh agama," kata Andul Mu'ti.

Ketua PBNU Yakini Tidak ada Jebolan Pesantren NU Masuk ISIS

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata