logo


DPR Sebut Kebijakan Menteri Perdagangan Tindas UKM-IKM

Inas menjelaskan bahwa dalam raker dengan Komisi VI tanggal 19 Juni, ada 2 hal yang tidak mampu dibantah oleh Mendag

21 Juni 2017 02:30 WIB

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah Zubir
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah Zubir dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi Hanura, Inas N Zubir, mengatakan, saat ini banyak pelaku usaha kecil yang mengeluh bakal tersingkir dari lelang gula rafinasi.

Pasalnya, lelang gula rafinasi disebut-sebut hanya melayani partai besar yakni minimal 1 ton. Di sisi lain, terdapat ribuan industri kecil UKM dan IKM yang kebutuhannya antara 50 kg s.d 5 kwintal saja.

Hal ini diyakini Inas akan membuat mereka dipastikan tersingkir dari sistem lelang tersebut karena tidak akan mampu mengikuti lelang dengan minimal pembelian sejumlah 1 ton serta bersaing dengan industri besar mamin (makanan dan minuman) dan tengkulak terselebung.


AGRI: Pembatasan Kuota Gula Rafinasi Ke Industri Menyulitkan Pihak IKM

“Jadi, industri UKM dan IKM terpaksa membeli gula rafinasi dari para tengkulak besar pemenang lelang. Dia (Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita) tidak mampu menjawab ketika ditanya tentang ketidakmampuan industri UKM dan IKM untuk mengikuti lelang dengan jumlah minimal 1 ton. Bahkan, dia cenderung menafikan keberadaan UKM dan IKM tersebut,” ujar Inas di Jakarta, Selasa (20/6).

Inas menjelaskan bahwa dalam raker dengan Komisi VI tanggal 19 Juni, ada 2 hal yang tidak mampu dibantah oleh Enggar, yakni Permendag No. 16/M-DAG/PER/3/2017 bertentangan dengan Perpres No. 4 Tahun 2015, Pasal 19b serta bertentangan dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 2014, Pasal 18, dimana kewenangan penataan, pembinaan dan pengembangan pasar Lelang komoditas diatur berdasarkan Peraturan Presiden.

“Jadi cukup jelas bahwa Enggar dengan sengaja ingin 'mengangkangi' atau merampas kewenangan Jokowi,” tuturnya.

Di samping itu, Inas mengatakan bahwa Enggar juga mengungkapkan tentang jejak-jejak Artha Graha pada PT Pasar Komoditas Jakarta sebagai perusahaan yang ditunjuk Enggar sebagai pelaksana lelang gula rafinasi.

Sebagai informasi, pada kepemilikan saham PT Pasar Komoditas Jakarta terdapat 10% saham PT Bursa Berjangka Jakarta dan 90% saham PT Global Nusa Lestari dengan Komposisi pemegang saham PT.Global Nusa Lestari adalah PT Bumindo Kharisma Sentosa 99,9% dan Daniel Rusli 0,1%.

Untuk komposisi pemegang saham, Inas menjelaskan bahwa PT Bumindo Kharisma Sentosa adalah Daniel Rusli 99,5% dan Randy Suparman 0,5%. Daniel Rusli disebut aktif di Artha Graha Peduli dan juga menjabat sebagai Direktur PT Indonesia Mitra Jaya (Arta Graha Group). Sedangkan, Randy Suparman, menjabat sebagai Direktir Komersial PT Sumber Agro Semesta (Artha Graha Group).

Inas Nasrullah: Tak Pantas Mendag Mengacuhkan Harga Jengkol di Pasaran

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Riana