logo


Kirim Surat ke Jokowi, Pengacara Rizieq Minta Kasusnya Dihentikan

Menurut Kapitra, alat bukti dalam kasus tersebut dinilai tidak sah. Karena didapat secara ilegal dengan cara penyadapan, dan dinilai melanggar HAM

20 Juni 2017 13:21 WIB

Pengacara Habib Rizieq Syihab, Kapitra Ampera.
Pengacara Habib Rizieq Syihab, Kapitra Ampera. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera, meminta Presiden Joko Widodo untuk menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan kepada kliennya. 

"Penyidikan kasus Habib Rizieq Shihab yang barang buktinya didapat penyidik melalui intersepsi atau penyadapan oleh pihak yang tidak berwenang/ilegal, dilakukan oleh situs website www.4h5hot.com dan situs baladacintarizieq.com bertentangan dengan peraturan perundang-undangan," kata Kapitra melalui keterangan tertulisnya, Selasa (20/6).

Menurut Kapitra, alat bukti dalam kasus tersebut dinilai tidak sah. Karena didapat secara ilegal dengan cara penyadapan, dan dinilai melanggar HAM.


Alumni 212: Sejak Awal Kita Memang Siap Mengawal Seruan Revolusi yang Dikomandoi Para Ulama

"Alat bukti dalam kasus Habib Rizieq Shihab didapat (intersepsi/penyadapan) secara ilegal yang dilakukan oleh pihak yang tidak berwenang, tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti yang sah dalam proses penyidikan maupun persidangan, karena merupakan pelanggaran terhadap HAM, Rights of Privacy dan bertentangan dengan UUD 1945," lanjutnya. 

Pengacara Habib Rizieq meminta Jokowi untuk memerintahkan penyidik untuk menghentikan kasus Habib Rizieq terkait konten pornografi.

"Dimohonkan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia untuk memerintahkan Penyidik/Polri agar menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan kepada Habib Rizieq Shihab karena melanggar peraturan perundang-undangan khususnya putusan Mahkamah Konstitusi No 20/PUU-XIV/2016 tanggal 7 September 2016," ujarnya.

Pro Kontra Full Day School, Jokowi nge-Twit Begini....

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata