logo


Donald Trump dan Mike Pence Kompak Sebut Korut Abaikan Kemanusiaan

Trump juga menyebut Korut sebagai rezim brutal.

20 Juni 2017 12:23 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. REUTERS

WASHINGTON DC, JITUNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sangat menyesalkan kejadian yang menimpa mahasiswa University of Virginia, Otto Frederick Warmbier (22), yang meninggal dunia tidak lama setelah dibebaskan dari penahanan Korea Utara (Korut).

"Rezim yang brutal, kami sangat berduka cita. Banyak hal terjadi, tapi paling tidak kami bisa memulangkannya ke orang tuanya," kata Trump, dilansir oleh foxnews, Selasa (20/6).

Dalam pernyataan resmi Gedung Putih yang diunggah Wakil Presiden, Mike Pence, melalui akun Twitternya, @VP, Trump mengaku sangat sedih atas kepergian Otto dan berharap kejadian yang menimpa mahasiswa asal Ohio tersebut tidak terulang lagi.


Trump Sukses Palak Miliaran Dolar dari Qatar, Krisis Teluk pun Mencair

"Kepada keluarga Otto Warmbier, saya dan Melania menyampaikan rasa belasungkawa kami yang sebesar-besarnya. Tidak ada hal yang lebih tragis dari orang tua yang kehilangan anaknya. Doa kami menyertai seluruh keluarga, teman-teman, dan mereka terkasih yang ditinggalkan," kata Trump.

Selain itu, dalam pernyataan tersebut, Trump juga menyampaikan penyesalannya terhadap perlakuan rezim Korut yang dianggapnya tidak menghargai nilai-nilai kemanusiaan.

"Apa yang menimpa Otto menguatkan determinasi saya untuk mencegah tragedi serupa menimpa mereka yang tidak bersalah di tangan rezim yang tidak menghargai aturan hukum kesusilaan," ujarnya.

Selain menyampaikan pernyataan resmi Trump, Mike Pence beserta sang istri, Karen, juga menyampaikan belasungkawanya. 

"Karen dan saya sangat sedih mendengar berita ini. Kami berdoa untuk keluarga Otto. Sebuah contoh tragis bagaimana Korut mengabaikan hidup manusia," kata Pence lewat akun Twitternya, @VP, Selasa (20/6).

Terkait kondisi Otto yang jatuh koma sebelum meninggal, pemerintah Korut menyebut Otto terkena efek pil tidur dan botulisme (sejenis keracunan diakibatkan bakteri Clostridium Botulinum yang menyerang otak, tulang belakang, serta sejumlah saraf). Akan tetapi, pihak keluarga Otto tidak mempercayai pernyataan tersebut.

Duka Keluarga Mahasiswa AS yang Meninggal Usai Dibebaskan Korut

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari