logo


Kebijakan Full Day School, Arteria Dahlan: Mendikbud Keliru dan Gagal Paham

Politisi PDIP ini menilai, apa yang dilakukan oleh Mendikbud sangat keliru apabila Full Day School dijadikan solusi atas implementasi dari program pendidikan karakter yang menitikberatkan pada nilai utama

20 Juni 2017 00:03 WIB

Anggota Komisi II DPR RI, Arteria Dahlan.
Anggota Komisi II DPR RI, Arteria Dahlan. lintasparlemen.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi VIII DPR RI, Arteria Dahlan, meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, untuk mengkaji ulang kebijakan jam belajar selama 8 jam sehari dan 5 hari sekolah (Senin-Jumat) pada tahun ajaran baru Juli 2017 mendatang.

"Dengan segala rasa hormat, saya meminta Mendikbud untuk mengkaji ulang kebijakan delapan jam belajar dan 5 hari sekolah," ujar Arteria di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (19/6).

Politisi PDIP ini menilai, apa yang dilakukan Mendikbud sangat keliru apabila Full Day School dijadikan solusi atas implementasi program pendidikan karakter yang menitikberatkan pada nilai-nilai religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas.


Pramono Anung: Mendikbud Diminta Presiden untuk Kaji Ulang Kebijakan Full Day School

"Pastinya pak Mendikbud keliru dan gagal paham, kalau Full Day School dijadikan solusinya," tuturnya.

Oleh karena itu, Arteria menyarankan agar Mendikbud segera merevisi Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah atau Lima Hari Kerja di Sekolah (Sekolah Senin-Jumat).

"Jangan sampai membuat gaduh, karena materi muatan normanya secara material bertentangan dengan kearifan lokal, kebhinekaan dan kondisi sosial, filosofis, historis maupun kondisi objektif yang ada. Secara formal juga penuh perdebatan karena Mendikbud sudah off side, lupa diri dan tidak paham posisi bahwa di Republik ini, sejak Indonesia merdeka hingga saat ini, urusan pendidikan itu bukanlah urusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan semata, melainkan terkait dengan Kementerian dan lembaga lain," pungkasnya.

 

Soal Full Day School, Said Aqil: PBNU Menolak Keras Sekolah 8 Jam Sehari

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana