logo


Pertumbuhan Melambat, PLN: Sambungan Banyak Tapi Konsumsi Turun

Direktur Perencanaan PT PLN, Nicke Widyawati, mengatakan bahwa pertumbuhan ini melambat disebabkan industri yang masih belum tumbuh.

19 Juni 2017 18:14 WIB

Ilustrasi, gedung PLN.
Ilustrasi, gedung PLN. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM- PT PLN (Persero) menyebut pertumbuhan penjualan listrik pada semester 1 tahun 2017 hanya sebesar 2,4 persen atau melambat dibanding pertumbuhan penjualan listrik pada periode sama tahun lalu yang sebesar 6,36 persen.

Direktur Perencanaan PT PLN, Nicke Widyawati, mengatakan bahwa pertumbuhan ini melambat disebabkan industri yang masih belum tumbuh.

“Pertumbuhannya nggak terlalu bagus hanya 2,4 persen. Industri juga masih belum tumbuh, rumah tangga juga. Kita sambungan banyak, tapi konsumsi turun,” ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (19/6).


PLN Siap Mendukung Program Pengembangan Ikan Berkelanjutan KKP

Nicke juga mengaku selama bulan Ramadan dan khususnya hari raya, konsumsi listrik dari industri juga akan mengalami penurunan yang cukup drastis.

“Ya turun memang ramadhan dan hari raya turun konsumsi listrik industri. Dan itu kan porsinya paling besar, sehingga secara total penjualan gitu,” terangnya.

Hingga akhir 2016, tercatat penjualan listrik PLN 216 TWh atau meningkat 6,5 persen jika dibanding penjualan pada tahun sebelumnya yaitu 202,08 TWh. Dan PLN juga menargetkan pertumbuhan penjualan listrik sebesar 6,5 persen atau sekitar 204,11 TWh hingga akhir tahun ini.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017 hingga 2026 menyebutkan bahwa rata-rata pertumbuhan penjualan listrik selama 10 tahun ke depan adalah 8,3 persen. Pertumbuhan tertinggi disumbang dari golongan bisnis sebesar 9,5 persen dan pertumbuhan terendah disumbang dari sektor publik dan rumah tangga sebesar 8,6 persen.

Luhut Minta PLN Tingkatkan TKDN Ketimbang Impor Komponen

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Ratna Wilandari