logo


Pengamat Ragukan Efektivitas Pemanfaatan Kartu Tani

Para petani di desa tidak memiliki budaya gesek, yang nanti akan ditawarkan pemerintah melalui Kartu Tani.

19 Juni 2017 15:06 WIB

Kartu Tani.
Kartu Tani. dispertan.bantenprov.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Pertanian, Khudori, mengatakan bahwa pihaknya masih meragukan efektivitas pemanfaatan Kartu Tani oleh para petani di lapangan. Menurutnya, para petani di desa tidak memiliki budaya gesek, yang nanti akan ditawarkan pemerintah melalui Kartu Tani.

"Petani di daerah cara berpikirnya sangat sederhana, mereka membeli barang dengan uang cash, mereka tidak memiliki budaya kartu gesek, yang bagi mereka cukup merepotkan," demikian kata Khudori saat dihubungi Jitunews.com, Senin (19/6).

Menurutnya, Kartu Tani tersebut cukup merepotkan para petani dan juga para petugas di lapangan.


Kartu Tani, Masalah atau Berkah Bagi Petani Jateng?

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa para petani di daerah selalu menginginkan hal-hal yang instan dari pemerintah yang membuat mereka mudah menjangkaunya dan cepat pula urusannya. Misalnya, ketika petani membutuhkan pupuk, pupuknya ada dan langsung dibeli, demikian juga komoditas-komoditas lainnya.

Menurutnya, program yang dicanangkan pemerintah tersebut merupakan sebuah program yang sangat baik, namun program yang baik tersebut tidak begitu saja langsung diterima oleh masyarakat petani yang rata-rata berpendidikan rendah.

"Bagi kita, atau bagi pemerintah mungkin itu sangat mudah, tetapi bagi mereka sulit," ujarnya.

Menurutnya, untuk bisa mengefektifkan pemanfaatan Kartu Tani tersebut perlu ada penyuluhan dan sosialisasi yang terus menerus kepada para petani di daerah sehingga mereka mengerti dan dengan mudah menggunakan Kartu Tani tersebut.

Kartu Tani, Era Baru Sejahterakan Petani Indonesia

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari