logo


Serikat Juang Rakyat Sebut Boni Hargens Lemah dalam Menyikapi Kasus Penganiayaan Wartawan Antara

Boni Hargens dinilai telah mengabaikan keselamatan anak buahnya dan melecehkan profesi jurnalis.

19 Juni 2017 13:29 WIB

Boni Hargens.
Boni Hargens. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Serikat Juang Rakyat (SJR) mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi kinerja dewan pengawas LKBN Antara, Boni Hargens. Hal ini berdasarkan sikap Boni yang terkesan lemah saat menyikapi insiden penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Brimob terhadap jurnalis Antara, Ricky Prayoga, saat meliput pertandingan pertama final Indonesia Terbuka 2017.

"Kami jelas menolak sikap arogansi aparat yang bersikap militeristik kepada jurnalis karena itu tidak sejalan dengan gerakan reformasi 98. Dan pastinya Boni Hargens sebagai pimpinan Antara tidak melunak dengan kejadian ini," kata Sayed, Senin (19/6).

Menurutnya, pernyataan sikap Boni Hargens yang meminta semua pihak termasuk media untuk tidak memperpanjang kasus tersebut, dinilainya sangat letoy dan mengabaikan keselamatan anak buahnya serta melecehkan profesi jurnalis.


Boni Hargens: Oknum Brimob Aniaya Wartawan Antara Harus Diberi Tindakan Tegas

Dalam hal ini, Wahab Talaohu, yang juga berasal dari SJR, mendesak Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, untuk mengusut peristiwa kekerasan tersebut. Bahkan, dia meminta Presiden Jokowi untuk mengevaluasi kinerja komisaris atau dewan pengawas di dalam tubuh BUMN yang anti-Nawacita.

"Boni Hargens sebagai dewan pengawas Antara harus ikut bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi terhadap jurnalis Antara, bukan malah melunak. Jika dia tidak mau ikut bertanggung jawab, lebih baik dia mundur dan meletakkan jabatannya," pungkasnya.

Kapolda Akan Tindak Tegas Anggota Brimob yang Aniaya Wartawan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugrahenny Putri Untari