logo


Samyang Dicabut Izin Edar, Ini Penjelasan BPOM

Ketika itu menemukan kesalahan mengenai registrasi, dan ketika dilakukan uji lab, produk tersebut mengandung DNA babi

19 Juni 2017 13:28 WIB

Mie instan asal Korea, Samyang.
Mie instan asal Korea, Samyang. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan produk mie asal Korea mengandung fragmen DNA babi, bahkan produk tersebut sudah beredar di masyarakat.

"Ternyata kami temukan, memang tidak sesuai ketentuan ketika mereka meminta registrasi. Pada saat mereka registrasi, sesuai ketentuan yang ada. Untuk produk yang memang mengandung babi harus dijelaskan, harus diterjemahkan apabila produk impor tersebut mengandung bahan babi," kata Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito, di Jakarta Utara, Senin (19/6).

Seharusnya pada kemasan produk tersebut dipasang label mengandung babi agar konsumen bisa mengetahuinya. Pada saat registrasi, BPOM memberikan izin edar terhadap produk mie asal Korea tersebut.


Samyang Tidak Masuk Daftar, MUI: Masalahnya Tidak Ada Label Babi

"Pada saat registrasi kan ada persetujuan BPOM dan importir bahwa kami akan mempersilakan mereka dengan memberikan izin edar dan menjalankan bisnisnya. Tapi importir dan produsen memastikan agar masyarakat betul-betul mengkonsumsi sesuai prasyarat standar mutu keamanan, nutrisi yang sudah disesuaikan BPOM," jelasnya.

BPOM juga melakukan pengawasan ketika produk tersebut masuk ke pasaran. Ketika itu menemukan kesalahan registrasi, dan ketika dilakukan uji lab, produk tersebut mengandung DNA babi.

"Dan kami ikuti sampai post market. Pada saat post market itulah kami menemukan bahwa yang teregistrasi  seharusnya tidak mengandung babi. Ternyata mengandung babi, setelah dilakukan uji lab di laboratorium kami, ada kandungan DNA babi," jelasnya.

Setelah ditemukan adanya kandungan babi dalam produk mie tersebut, pihaknya mencabut izin edar dan menarik semua produk yang ada di pasaran. 

"Itu yang kami lakukan di jalur distribusi. Tapi ternyata ditemukan pelanggaran, sehingga sanksinya adalah pencabutan izin edar dan selanjutnya menarik semua produk. Dan kita lihat ke depan, sanksi lebih tegas apa yang akan kita lakukan," ujar Penny. 

BPOM Temukan Ivermectin Ilegal dan Berbahaya, PAN: Kalau Terbukti, Tarik!

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata