logo


Pengamat: Pemerintah Bangga dengan Benih Tidak Adaptif tapi Lupa dengan Varietas Unggul Lokal

Menurutnya, langkah tersebut sangat tidak memihak kepada para petani lokal.

19 Juni 2017 11:49 WIB

Petani menanam benih padi.
Petani menanam benih padi. Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Ekonomi Pertanian, Andi Sinulingga, menyayangkan sikap pemerintah yang melupakan benih varietas unggul lokal. Pasalnya, pada saat ini pemerintah khususnya Kementerian Pertanian hanya bangga dengan varietas benih yang diproduksi perusahaan-perusahaan besar yang tidak sepenuhnya adaptif di daerah dan lupa dengan benih-benih unggul yang sudah bertahun-tahun berkembang di daerah.

"Pemerintah selalu bangga dengan benih varietas unggul yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan besar, sementara penangkar benih lokal yang menghasilkan benih-benih unggul dan sangat adaptif di daerahnya diabaikan," demikian kata Andi saat dihubungi Jitunews.com, Senin (19/6).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pada saat ini yang terjadi adalah para petani selalu dijejali sumbangan benih dari pemerintah yang tidak sepenuhnya adaptif di daerah yang ada di seluruh Indonesia.


Pengamat: Pemerintah Harus Cepat Atasi Anjloknya Harga Ayam di Pasar

"Pemerintah tidak memperhatikan potensi dan keadaan iklim di daerah yang bersangkutan apakah adaptif atau tidak, tetapi benih subsidi terus disalurkan dan mematikan penangkar benih lokal," ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut sangat tidak memihak kepada para petani lokal. Selain karena benih yang disalurkan kurang adaptif, juga menimbulkan masalah baru dengan munculnya hama dan penyakit tanaman baru.

"Penangkar benih lokal juga terus ditekan dengan jejalan benih subsidi yang produktivitasnya jauh di bawah benih unggul lokal yang ada," tambahnya.

Ia mengatakan bahwa jika pemerintah memiliki perhatian besar kepada para petani lokal, upaya pemberdayaan benih lokal harus bisa dimaksimalkan.

"Penangkar-penangkar yang ada harus terus diperdayakan dengan bantuan subsidi pemerintah, sehingga usaha dan kreativitas petani penangkar terus ditingkatkan dan hasil pangan petani terus dijaga. Jangan sebaliknya, penangkar lokal justru ditekan," tukasnya.

DPR Dukung Upaya Kementan Tingkatkan Produksi Bawang Putih Dalam Negeri

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari