logo


Pakar Transportasi Jelaskan Alasan Mudik Jangan Pakai Sepeda Motor

Menurut Prof Sigit, orang yang berkendara memakai sepeda motor itu maksimal hanya dua jam saja. Setelah itu, pengendara diharuskan untuk beristirahat.

19 Juni 2017 03:00 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Transportasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Sigit Priyanto mengungkapkan bahwa setiap 10 kejadian kecelakaan kendaraan bermotor, delapan di antaranya disebabkan oleh sepeda motor.

Oleh karena itu, Prof Sigit menyarankan, agar pemudik yang melakoni perjalanan jauh dapat menggunakan moda transportasi bis, kereta api, pesawat terbang dan kapal laut.

Menurut Prof Sigit, orang yang berkendara memakai sepeda motor itu maksimal hanya dua jam saja. Setelah itu, pengendara diharuskan untuk beristirahat.


Menhub Imbau Pemudik untuk Tidak Naik Bus yang Tidak Punya Stiker Biru

"Kita semua berharap, mudik akan jadi lebih baik. Kita harus membangun knowledge untuk masyarakat. Dari sisi aturan, walaupun dari tahun 2015-2016 itu ada penurunan, kita berharap tahun 2017 ada penurunan lagi. Jumlah kecelakaan juga lebih ditekan lagi," harap Prof Sigit kepada Jitunews.com, Minggu (18/06/2017), di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat.

Di tempat yang sama, Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa menimpali sekitar 558 ribu orang yang meninggal dunia saat mudik. Dan, juga luka berat sekitar 900 ribu. Dari data tersebut, 70 persen di antaranya menggunakan sepeda motor.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan dalam menekan angka kecelakaan akibat sepeda motor, Kementerian Perhubungan bersama beberapa stakeholder menggelar mudik gratis. Hal itu, menurutnya, mampu membuat orang yang ingin mudik dengan sepeda motor akhirnya memilih menggunakan bis.

"Jangka panjang, kita sarankan kepada produsen motor untuk memberikan syarat kredit yang cukup ketat. Mudik motor ini cukup banyak, jadi kita harapkan mudiknya bersama-sama," pungkasnya.

Wasit dan Tol Fungsional Dioperasikan Guna Urai Kemacetan Saat Mudik

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Syukron Fadillah