logo


Kementan Sebut Sejumlah Indikator yang Menunjukkan Petani Sejahtera

“Indikator terkini cukup baik yakni Mei 2017 NTP naik 0,14 persen dibandingkan bulan sebelumnya, upah buruh tani juga naik 0,29 persen,” tukasnya

18 Juni 2017 13:57 WIB

Seorang petani memikul padi hasil panen.
Seorang petani memikul padi hasil panen. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kepala Pusat Data Kementerian Pertanian (Kementan), Anna Astrid mengatakan bahwa ada sejumlah indikator kuat yang menujukan bahwa peningkatan produksi di sektor pangan ikut meningkatkan kesejahteraan para petani di lapangan.

“Kenaikan produksi pangan, juga berdampak pada kesejahteraan petaninya," kata Anna Astrid di Jakarta, Minggu (18/6).

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator tersebut diantaranya; pertama, penduduk miskin di pedesaan September 2016 sebesar 17,28 juta jiwa turun dari September 2015 sebesar 17,89 juta jiwa; kedua Gini rasio September 2016 sebesar 0,316, turun dibandingkan September 2015 sebesar 0,329; ketiga Nilai Tukar Petani (NTP) tahun 2016 mencapai 101,65 meningkat 0,06 persen dibandingkan NTP 2015 yang sebesar 101,59 dan keempat Nilai Tukar Usaha Petanian (NTUP) rata-rata nasional tahun 2016 berada di posisi tertinggi dalam tiga tahun terakhir.


Ada yang Beda dari Penampilan Mentan Saat Sidak Hari Ini

“Tahun 2016 NTUP mencapai 109,86 atau naik 2,3 persen dibandingkan tahun 2015,” lanjutnya.

Meskipun NTP bukan indikator kesejahteraan terbaik, lanjut Anna, tetapi mampu menggambarkan kemampuan daya beli petani. "Wajar lah NTP berfluktuasi antar bulan dalam setahun, karena terkait dengan musim tanaman," katanya.

“Indikator terkini cukup baik yakni Mei 2017 NTP naik 0,14 persen dibandingkan bulan sebelumnya, upah buruh tani juga naik 0,29 persen,” tukasnya.

Djarot: Kita Akan Perkuat Kerjasama dengan Provinsi Sentra Tanaman Pangan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Aurora Denata