logo


KPAI: Peningkatan Jam Sekolah Memperparah Aksi Bullying

Menurut Asrorun, sistem pendidikan anak di sekolah harusnya memposisikan anak sebagai subjek. Di mana semua hal harus bermuara untuk kepentingan anak.

18 Juni 2017 08:15 WIB

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2014-2017, Dr. H.M. Asrorun Ni’am Sholeh
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2014-2017, Dr. H.M. Asrorun Ni’am Sholeh ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ketua KPAI, Asrorun Ni’am Sholeh, menilai, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang mengatur sekolah 8 jam setiap harinya (full day school) berpotensi meningkatkan bullying.

“Dari sisi ranking, berdasar 9 cluster dalam mekanisme pendataan KPAI, kekerasan anak di sekolah itu menduduki posisi ketiga setelah kasus anak berhadapan dengan hukum dan kasus pengasuhan baru di bidang pendidikan,” tukas Asrorun dalam diskusi bertajuk ‘Ribut-Ribut Full Day School’ di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (17/6).

Hal itulah yang membuat pihaknya mengusulkan adanya UU Perlindungan Anak dan peningkatan hukuman bagi para pelaku tindak kekerasan di Tahun 2014. Menurutnya, hal itu cukup efektif untuk menurunkan angka tindak kekerasan. Namun, di satu sisi malah semakin meningkatkan tindakan penindasan.


Venna Melinda Maklum Apabila Ada Pro dan Kontra Terhadap Kebijakan Full Day School

“Artinya apa? Problem utama di satuan pendidikan yang terkait dengan pembangunan karakter adalah kepedulian guru dan rendahnya lingkungan satuan pendidik yang ramah untuk anak,” jelas Asrorun.

Menurut Asrorun, sistem pendidikan anak di sekolah harusnya memposisikan anak sebagai subjek. Di mana semua hal harus bermuara untuk kepentingan anak.

“Seluruh instrumen itu harusnya tersedia untuk kepentingan kompabilitas dan peningkatan harkat dan martabat anak sesuai dengan potensinya,” tegasnya.

Oleh karena itu, dia mendesak agar Peraturan Menteri tersebut segera dikaji ulang. Bahkan, Asrorun mengaku, pihaknya akan melakukan judicial review tentang aturan itu bila imbauannya tak diindahkan.

Soal Full Day School, Said Aqil: PBNU Menolak Keras Sekolah 8 Jam Sehari

Halaman: 
Penulis : Riana