logo


Perancis Tergoda untuk Mendukung Penyelesaian Krisis Qatar

Selain penutupan jalur transportasi, pemutusan diplomatik dengan Qatar juga membuat warga dari negara itu yang menetap di Bahrain, Arab Saudi, dan UEA harus pergi.

17 Juni 2017 04:45 WIB

Doha, Qatar.
Doha, Qatar. istimewa

PARIS, JITUNEWS.COM - Terhadap krisis Teluk yang menyebabkan Qatar dikucilkan oleh sejumlah negara rupanya memotivasi Presiden Perancis Emmanuel Macron untuk unjuk diri. Macron menyatakan bahwa negaranya bakal mendukung penuh upaya-upaya dalam penyelesaian krisis tersebut.

Perancis sepenuhnya mendukung mediasi atas Qatar yang akan diperankan oleh Kuwait.

Seperti yang telah banyak diberitakan, pengucilian terhadap Qatar terjadi setelah negara itu dituduh telah memperburuk situasi regional Timur Tengah lantaran kepar mendukung serta mendanai para kelompok ekstremis serta organisasi sektarian yang dianggap berbahaya untuk keamanan kawasan tersebut. Tak hanya itu, kedekatan Qatar terhadap Ikhwanul Muslimin pun menjadi alasan.


Iran Kirimkan Bantuan Makanan ke Qatar

Selaku pimpinan koalisi, Arab Saudi mengambil sikap untuk melakukan penutupan perbatasan antara Qatar dan negara-negara Arab lainnya. Jalur transportasi melalui darat, laut dan udara juga seluruhnya diblokade.

Selama ini, Qatar menjadi salah satu negara yang bergantung pada makanan impor. Tercatat pada 2015 lalu, Qatar mengimpor senilai hingga 1 triliun dolar AS dari Arab Saudi dan UEA.

Karena itu, dengan keputusan blokade, distribusi makanan bagi warga Qatar dikhawatirkan dapat terhenti. Beberapa saat setelah pemutusan hubungan diplomatik tersebut, banyak warga Qatar yang dilaporkan langsung berbelanja dalam jumlah besar untuk memasok makanan.

Selain penutupan jalur transportasi, pemutusan diplomatik dengan Qatar juga membuat warga dari negara itu yang menetap di Bahrain, Arab Saudi, dan UEA harus pergi. Mereka diberikan waktu selama dua pekan atau 14 hari sejak keputusan itu dikeluarkan, untuk meninggalkan negara-negara tersebut.

Amnesty Internasional melaporkan bahwa ada 6000 keluarga di negara-negara Teluk Arab yang memiliki anggota berasal dari Qatar. Hal ini dinilai hanya akan memperdalam krisis kemanusiaan dan menimbulkan masalah yang semakin rumit di Timur Tengah.

Krisis di Timur Tengah terjadi setelah Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada Senin (5/6) lalu. Kemudian tiga negara lain, yaitu Yaman, Maladewa, dan Libya mengikuti langkah serupa.

Trump Sukses Palak Miliaran Dolar dari Qatar, Krisis Teluk pun Mencair

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah