logo


Fraksi Hanura Keukeuh Presidential Threshold Cukup 10-15 Persen

Fraksi Partai Hanura menyebut ada tujuh fraksi yang sudah sepakat dengan ambang batas pencalonan presiden sebesar 10-15 persen.

16 Juni 2017 17:41 WIB

Rufinus Hotmaulana Hutauruk.
Rufinus Hotmaulana Hutauruk. Dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Fraksi Partai Hanura menyebut ada tujuh fraksi yang sudah sepakat dengan ambang batas pencalonan presiden sebesar 10-15 persen. Hal itu dikatakan oleh Anggota Pansus RUU Pemilu dari Fraksi Partai Hanura Rufinus Hotmaulana Hutauruk di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/6).

Ia justru mempertanyakan sikap pemerintah yang ngotot bertahan di ambang batas 20 persen dan 25 kursi.

"Pemerintah apa sih dasarnya bersikukuh di posisi 20 dan 25 kan masa lalu, fraksi kan sudah banyak yang turun, termasuk PDIP," ujar Rufinus Hotmaulana Hutauruk di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/6).


Merasa Tak Beri Izin, Oso Akan Panggil Tujuh Anggota Fraksi Hanura Pendukung Angket KPK

Sementara itu, PDIP pun bersedia mengurangi besaran presidential threshold seperti yang diinginkan sejumlah fraksi, yaitu antara 10-15 persen. Sementara Gerindra setuju 10-15 persen.

Selain masalah presidential threshold juga ada bahasan lain yang juga belum disepakati, yaitu soal sistem Pemilu 2019. Beberapa fraksi ingin sistem pemilu terbuka, ada juga yang menghendaki tertutup.

Juga belum ada kesepakatan dalam bahasan ambang batas partai boleh menempatkan kadernya di parlemen alias parliamentary threshold -- yang masih menjadi pembahasan alot. Pemerintah diwakili Tjahjo Kumolo ingin agar parliamentary threshold 3,5 atau 4,5 persen. Saat ini draf RUU Pemilu masih berada di tim sinkronisasi.

 

Gelar Pleno, Hanura Ditahap Memenangkan Pemilu 2019

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan