logo


Pengamat: Pemerintah Harus Cepat Atasi Anjloknya Harga Ayam di Pasar

Kembali anjloknya harga daging ayam di pasar saat ini lebih dikarenakan terjadinya kelebihan pasokan oversupply.

16 Juni 2017 10:45 WIB

Pedagang daging ayam.
Pedagang daging ayam. Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat ekonomi pertanian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Latief Adam, mengatakan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah cepat guna mengatasi anjloknya harga ayam di pasar.

"Turunnya harga ayam ini perlu diantisipasi oleh pemerintah, karena akan sangat berdampak pada peternak," demikian kata Latief Adam saat dihubungi Jitunews.com, Jumat (16/6).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini daging ayam ikut mengalami fluktuasi harga mengikuti mekanisme pasar dan ketersediaan stok dan pasokan ke pasar.


Menteri Enggar Dilema Terkait Harga Ayam yang Terus Menurun

"Beberapa bulan yang lalu harga ayam dan telur sedikit naik dan sekarang sudah kembali anjlok. Kenaikannya tidak bertahan lama," ujarnya.

Menurutnya, kembali anjloknya harga daging ayam di pasar saat ini lebih dikarenakan adanya kelebihan pasokan atau over supply. "Produksi ayam peternak saat ini sudah sangat berlebih, sehingga melimpah di pasar. Maka, dampaknya harga menjadi turun," katanya.

Ia mengatakan bahwa terjadinya over supply daging ayam ke pasar saat ini karena banyak peternak yang sengaja memotong ayam sebelum waktunya.

"Ini memang strategi peternak untuk mencari keuntungan lebih pada saat harga daging ayam dan telur yang beberapa waktu lalu sempat naik, tetapi dampak lainnya, karena pasokan ke pasar berlebih, harga menjadi anjlok," tukasnya.

Harga daging ayam ras di pasaran saat ini berada di kisaran Rp 30.178/kg, yang sebelumnya mencapai Rp32.450/kg.

ABC Memberikan 14 Juta Sachet kepada 100.000 Keluarga Indonesia

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari