logo


Koperasi Pesantren Kelola Penuh Kegiatan Usaha Lele Bioflok KKP

Program ini juga dialokasikan untuk mendukung usaha masyarakat di kawasan perbatasan, antara lain Kabupaten Nunukan Propinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Belu, Kabupaten Sarmi dan Wamena.

15 Juni 2017 16:02 WIB

Budidaya lele sistem bioflok.
Budidaya lele sistem bioflok. Dok. Humas KKP

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal memaksimalkan koperasi yang ada di pesantren terkait pembudidayaan lele bioflok. Seperti diketahui, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengungkapkan, KKP akan segera merealisasikan dukungan usaha budidaya lele sistem bioflok untuk 73 pondok pesantren yang tersebar di 15 provinsi.

Hal itu disampaikan Slamet saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Bantuan Pemerintah Budidaya Lele Sistem Bioflok di Kantor KKP, Kamis (15/6).

Nantinya dukungan ini akan dialokasikan melalui wadah koperasi yang ada di pesantren. Koperasi inilah yang akan berperan dalam mengelola kegiatan usaha sekaligus sebagai penyangga akses pasarnya. Oleh karena itu, Slamet berpesan agar koperasi ini dapat berperan secara aktif sebagai mitra usaha untuk memenuhi kebutuhan ikan para santri.


KKP Galakan Teknologi Budidaya Lele Bioflok, Ini Kata Pengusaha

"Sisa dari hasil penjualan produksi ikan lele agar digunakan untuk mengembangkan usaha budidaya ikan. Penting melakukan re-investasi untuk kesinambungan usaha," ucap Slamet dalam keterangannya kepada Jitunews.com, Kamis (17/6).

Untuk menjamin keberhasilan program ini, pihak KKP akan menggandeng berbagai pihak untuk melakukan pengawalan dan pendampingan baik teknis maupun manajemen usahanya. Pihak-pihak tersebut antara lain Unit Pelaksana Teknis (UPT), konsultan bisnis, perguruan tinggi, para pakar dan penyuluh.

Di samping pondok pesantren, program ini juga dialokasikan untuk mendukung usaha masyarakat di kawasan perbatasan, antara lain Kabupaten Nunukan Propinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Belu, Kabupaten Sarmi dan Wamena. Kawasan perbatasan menjadi fokus KKP dalam upaya menopang kebutuhan pangan dan gizi masyarakat, apalagi masyarakat di sana cenderung sulit mendapatkan akses pangan yang bergizi seperti ikan.

Sementara itu, Nahnudin perwakilan dari Ponpes Mihbahul Huda Tegal menyampaikan apresiasi atas realisasi program Lele Bioflok Masuk Pesantren ini. Dirinya menyambut baik upaya pemerintah yang mulai melirik pesantren sebagai objek pemberdayaan.

"Dengan adanya pengenalan usaha lele bioflok ini, nanti selain untuk kepentingan usaha, juga sebagai ladang pembelajaran untuk mencetak wirausahawan di kalangan para santri yang selama ini hanya mendapatkan pembelajaran mengaji saja. Selama ini kami hanya konsentrasi belajar ngaji, mulai saat ini kemampuan santri akan lebih," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Samsul Arifin dari Ponpes Al Amiriah, bahwa program ini diharapkan akan mendorong kemandirian pesantren melalui pengenalan usaha agribisnis budidaya lele, terlebih jumlah santri yang cukup banyak yang mencapai 300 orang santri inap dan 1.200 santri sekolah.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan dukungan dan perhatian kepada perkembangan pesantren yang ada di Indonesia," katanya saat dimintai pendapat.

Fokus Pemberdayaan, KKP Realisasikan Lele Bioflok Masuk Pesantren

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah