logo


Pramono Anung: Mendikbud Diminta Presiden untuk Kaji Ulang Kebijakan Full Day School

Gagasan Mendikbud, Muhadjir Effendy tentang sekolah 8 jam mendapatkan reaksi dari berbagai pihak.

15 Juni 2017 14:56 WIB

Seskab Pramono Anung
Seskab Pramono Anung setkab.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COMKebijakan yang akan dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, tentang penerapan full day school atau sekolah 8 jam per hari dari hari Senin hingga Jumat, mendapatkan tanggapan dari Presiden Joko Widodo yang meminta menterinya itu untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut.

"Kemarin kita sudah diskusi dengan Mendikbud dan Mensesneg, karena diminta oleh Presiden untuk mengkaji hal tersebut. Tapi untuk lebih detilnya tanya ke Mendikbud deh," ujar Seskab, Pramono Anung, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/6).

Pramono Anung lebih lanjut mengatakan bahwa Muhadjir Effendy sudah beberapa kali menjelaskan tentang kebijakan tersebut. Dia meminta semua pihak yang mengkritik untuk membaca Permendikbud.


ABC Memberikan 14 Juta Sachet kepada 100.000 Keluarga Indonesia

"Memang pemerintah tentunya juga menangkap apa yang menjadi keresahan banyak pihak. Tapi lebih baik semua mempelajari, membaca sebelum memberikan komentar," imbuhnya.

Sementara itu, Mendikbud mengungkapkan bahwa sekolah 8 jam akan dioptimalkan pada pembentukan karakter siswa. Ia menilai bahwa penggunaan istilah full day school dirasa kurang tepat.

"Bukan full day school. Delapan jam akan jadi beban guru dan kegiatannya tidak harus terus mengajar, bisa saja mengawasi murid, dan lain-lain. Kegiatan juga tidak selalu di dalam kelas. Di luar kelas bisa. Ini untuk pengembangan karakter," kata Muhadjir pada hari Selasa, tanggal 13 Juni 2017 yang lalu.

Ferdiansyah: Full Day School Jangan Dijadikan Ajang Coba-coba

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari