logo


Grenfell Tower London Terbakar Waktu Sahur, Umat Muslim Bantu Bangunkan Tetangga

Umat Muslim di area tersebut memang belum terlelap lantaran sedang bersiap melakukan santap sahur.

15 Juni 2017 06:37 WIB

Kebakaran di Grenfell Tower, North Kensington, London, Inggris, Rabu (14/6) yang terjadi mulai dini hari waktu setempat.
Kebakaran di Grenfell Tower, North Kensington, London, Inggris, Rabu (14/6) yang terjadi mulai dini hari waktu setempat. AFP/Natalie Oxford

LONDON, JITUNEWS.COM - Kebakaran hebat yang melanda apartemen Grenfell Tower, North Kensington, London, Inggris, pada hari Rabu, tanggal 14 Juni 2017. dini hari diketahui telah menelan 12 korban jiwa. Sementara itu, ratusan korban lainnya masih dinyatakan hilang.

Berdasarkan data yang diperoleh dari The Ambulance Service hingga tanggal 16 Juni 2017, sebanyak 68 korban telah dibawa ke enam Rumah Sakit di London. 

Api terlihat mulai berkobar pada pukul 01.00 waktu setempat. Pada saat itu, umat Muslim di area tersebut memang belum terlelap lantaran sedang bersiap melakukan santap sahur. Mereka yang masih terjaga kemudian menggedor pintu tetangganya untuk menginformasikan telah terjadi kebakaran di area tempat tinggal mereka.


Kereta Terbakar Usai Tabrak Mobil

Salah satu penghuni, Rashida, mengatakan bahwa kebanyakan Muslim yang sedang menjalani ibadah puasa biasanya tidak tidur hingga pukul dua pagi. Ia juga mengatakan bahwa masyarakat di area tersebut memang hidup dalam keberagaman. 

"Kami hidup dalam perbedaan. Kami terdiri atas banyak kebangsaan dan agama. Kami hidup berdampingan dengan harmonis di sini. Tidak terjadi banyak tindakan kriminalitas. Anda bahkan bisa dengan aman berjalan di malam hari. Kami mengenal satu sama lain. Terdapat pula banyak populasi Maroko di sini. Kami hidup berdekatan karena beberapa alasan," kata Rashida, dilansir Syk News, Kamis (15/6).

Seorang pria bernama Michael juga mengisahkan bagaimana dirinya menyelamatkan diri beserta satu orang gadis kecil yang tidak dikenalnya. Ia mengaku tidak tahu bahwa telah terjadi kebakaran hebat lantaran tidak ada alarm yang berbunyi saat itu.

"Aku sedang bersiap akan tidur lalu aku mencium bau plastik. Aku memeriksa seluruh aliran listrik di rumah dan semuanya baik-baik saja," ujarnya.

Michael kemudian menyadari situasi yang tengah terjadi. Ia kemudian ikut berhamburan bersama warga lain. 

"Orang-orang berteriak. Aku kemudian menarik seorang gadis kecil dan berupaya menyelamatkan diri. Aku hanya menggunakan baju tidurku," katanya.

Sejumlah bantuan kemudian mulai berdatangan dari berbagai pihak, termasuk komunitas-komunitas lokal dan rumah-rumah ibadah yang juga menyediakan tempat bernaung sementara bagi mereka yang telah kehilangan tempat tinggalnya.

Lebih Ganas dari Varian Covid Delta, Varian B.1.1.529 Sudah Masuk ke Hong Kong

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari