logo


Syarat Pengajuan Berbelit Sebabkan Penyerapan KUR Tak Optimal

Anggota Komisi XI DPR RI, Wilgo Zainar juga menyayangkan KUR TKI yang tak berjalan secara optimal.

14 Juni 2017 14:43 WIB

Ilustrasi Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Ilustrasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COMDalam rangka mendorong usaha masuarakat, Pemerintah menggelontorkan dana untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 110 triliun pada tahun 2017. Namun, ternyata anggaran tersebut belum diserap secara optimal.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Wilgo Zainar. Menurutnya, lembaga keuangan penyalur dana KUR memberikan syarat pengajuan yang cukup berbelit seperti menyajikan proposal usaha yang feasible atau layak usaha dan menguntungkan.

"Persyaratan inilah yang dinilai memberatkan para pelaku usaha mengakses KUR sehingga penyerapannya belum optimal," ujarnya, Rabu (14/6).


Cek! Penyebab Ditolaknya Permohonan KTA Syariah Anda

Lebih lanjut, Ia menyatakan bahwa mitra dari pemerintah yang juga mendorong penyerapan secara optimal. Salah satu dorongan itu berupa pengajuan 500 paket bagi UMKM binaan guna memperoleh KUR.

Sala satu wilayah yang terus didorong adalah Nusa Tenggara Barat. Terkait hal itu, saat ini penyerapan dana sudah mencapai 300 miliar dari 500 miliar dana yang disiapkan.

"Kita juga sangat menyayangkan KUR TKI yang tidak berjalan dengan optimal padahal NTB sebagai kantong TKI terbesar di Indonesia," tutupnya.

Mau Ajukan KTA? Simak Perbedaan Antara Kring BTN dan X-Tra Dana CIMB Niaga Ini

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari